SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melakukan antisipasi menjelang hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah yang diprediksi jatuh pada pada Rabu, (12/5) mendatang. Jelang lebaran, terjadi lonjakan pengunjung pusat perbelanjaan yang menyebabkan kerumunan.
Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah mengatakan pihaknya terus melakukan imbauan kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Kata dia, untuk menghindari kerumunan masyarakat diimbau berbelanja secara online.
“Selain toko offline masyarakat juga bisa memanfaatkan market place online di beberapa tempat,” katanya seusai melakukan rapat koordinasi dengan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin, (3/5).
Melonjaknya pengunjung untuk membeli kebutuhan jelang lebaran hampir terjadi di setiap pusat perbelanjaan di Kota Tangerang. Tak terkecuali TangCity Mal. Pusat Perbelanjaan itu disesaki para pengunjung pada Minggu, (2/5). Hal ini pun menjadi perhatian bagi Pemkot Tangerang.
Arief mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema untuk mengHindari kerumunan tersebut. Seperti akses masuk yang hanya diperbolehkan satu pintu. Namun, pintu keluarnya diperbanyak.
Terkhusus untuk di TangCity kata Arief pihaknya telah mengecek pusat perbelanjaan itu. Dari hasil pengamatannya, karumunan terjadi karena jalur pengunjung sempit karena dipadati oleh lapak penjual.
Baca Juga: Tangcity Mall Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Merdeka Stamprizes
“Kita minta semua pusat perbelanjaan beri space untuk pembeli. Kita lihat lokasinya hanya 3-4 meter. Tadi ada yang cuma semeter. Nah ini kita minta dikembalikan ruang gerak masyarakat. Harus dikembalikan supaya tidak berdesakan,” katanya.
Tak hanya TangCity, pihaknya juga telah memperingatkan kepada semua pengelola pusat perbelanjaan di Kota Tangerang. Merujuk pada arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Pemkot Tangerang juga akan melibatkan semua instansi TNI dan Polri untuk menegakkan protokol kesehatan.
“Yang terpenting peran masyarakat, kami petugas Pemerintah daerah dan TNI polri dan swasta agar jadi perhatian. Sekarang kita berikan sanksi lisan,” ujarnya.
Bila peringatan ini tak diindahkan maka Pemkot Tangerang tak segan-segan memberikan sanksi tegas bagi pengelola pusat perbelanjaan. Tentunya sanksi itu merujuk pada Perwal nomor 9 tahun 2021 terkait pelaksanaan PPKM Mikro.
“Artinya hanya pemberitahuan karena dampaknya kalau dia tidak bisa melakukan prokes dengan baik dan benar terpaksa ya kita tutup bukan sanksi administrasi tapi tutup,” tegasnya.
Sejauh ini terkait angka Covid-19 di Kota Tangerang Arief mengklaim sudah mengalami penurunan. Untuk angka positif hariannya sudah 20 beberapa hari kebelakang.
“Angkanya sudah masuk zona kuning tapi data di pusat masih oranye makanya kita tetap harus hati-hati. Target kita Kota Tangerang ini harus hijau dan ini hanya bisa berhasil dari peran serta masyarakat dan juga swasta,” ungkapnya.
Kemudian, terkait salat id. Pemkot Tangerang saat ini tengah mengkaji pelaksanaan salat id di Masjid Al Azhom. Terutama soal kapasitas masjid Al Azhom yang mencapai 10 ribu. Diketahui, rumah ibadah diperbolehkan melaksanakan kegiatan keagamaan dengan kapasitas 50 persen dari yang semestinya.
“Al Azhom ini kapasitasnya 10 ribu. Kalo 50 persen kan 5 ribu ya banyak juga nah maka ini kita lagi kaji untuk solat Ied ini. Selain memperbanyak tempat ibadah, kita juga imbau untuk di rumah,”ujarnya. (irfan/gatot)
























