SATELITNEWS.ID, TANGERANG–Mata pelajaran matematika jarang disukai oleh para murid di sekolah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pelajaran berhitung angka itu tidak diminati siswa. Diantaranya adalah faktor cara mengajar guru serta murid yang malas belajar tentang bagaimana cara menghitung.
Meski demikian, para guru tidak boleh menyerah. Dini Suryati Febriana, guru matematika SMPN 2 Curug Kabupaten Tangerang, memiliki dua metode agar para siswa tertarik belajar pelajaran tersebut.
Dini akan melakukan pemanasan di kelas dengan memberikan tes perkalian secara lisan. Siswa yang tak bisa menjawab akan maju ke depan kelas.
Setelah itu, Dini mengajukan pertanyaan tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat secara tulisan. Biasanya disebutkan soal dan semua murid menuliskan soal tersebut beserta jawabannya.
“Tujuannya melatih pola pikir anak, jika menghadapi permasalahan bisa mencari solusi. Matematika itu ratunya ilmu karena setiap mata pelajaran pasti terselip matematika. Jika sudah menguasai matematika, pasti bisa menyelesaikan pola permasalahan. Kalau kita pandai matematika maka kita bisa menguraikan masalah dan solusinya bisa dicari, mencari solusinya lebih cepat,“ujarnya.
Wanita berusia 39 tahun itu ingin mengubah paradigma bahwa matematika itu pelajaran yang sulit. Dia mengatakan matematika itu pelajaran yang mudah. Yang sulit itu, kata Dini, memotivasi diri untuk belajar matematika. Menurut Dini, para siswa bukan tidak mengerti pelajaran. Tapi mereka tidak menguasai dasar matematika yakni penambahan, pengurangan, pengalian dan pembagian.
“Maka dari itu biasanya saya mengulang pembelajaran perkalian, pembagian, penjumlahan serta pertambahan karena itu menjadi fondasi. Jika fondasinya saja tidak menguasai apalagi materinya, “tuturnya. (mg3/gatot)