Rabu, 20 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Banten Region

Warga Sidangresmi Demo, Dinkes Dilempari Telur, DPRD Dilempari Lumpur

Oleh Fajar Aditya
Jumat, 7 Mei 2021 09:52 WIB
Rubrik Banten Region, Kabupaten Pandeglang
Warga Sidangresmi Demo, Dinkes Dilempari Telur, DPRD Dilempari Lumpur

UNJUK RASA: Warga dan mahasiswa yang sedang berujuk rasa di depan kantor Setda Pandeglang, menunjukan teatrikal orang hamil ditandu dan menaburkan lumpur jalan di gerbang kantor tersebut, Kamis (6/5). (NIPAL/SATELIT NEWS)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Buntut dari pernyataan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokoler Sekertariat Daerah (Setda) Pandeglang, soal ibu hamil yang ditandu ketika ingin mendapatkan persalinan menuai kecaman. Hingga puluhan warga dan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Dinkes, Setda dan DPRD Pandeglang, Kamis (6/5).

Unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa dan warga yang tergabung dalam Jaringan Rakyat Sidangresmi (Jarami) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Pandeglang itu berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka menuntut Dinkes Pandeglang agar meminta maaf atas postingannya di instagram, karena dinilai menyakiti hati mereka.

Bagitu juga Kabag Humas dan Protokoler Setda Pandeglang, Tubagus Nandar Suptandar dituntut agar turun langsung ke lapangan dan meminta maaf, serta klarifikasi atas pernyataan press rilisnya yang mengatakan jalan tersebut milik PT. Perkebunan Nusantara.

Saat unjukrasa, mahasiswa dan warga membawa lumpur dari jalan yang rusak tersebut, hingga ditaburkan di depan gerbang Setda Pandeglang. Selain itu, warga juga membuat teatrikal ibu hamil yang sedang ditandu, sebagai untuk menunjukan betapa ironisnya kondisi infrastruktur rusak disana, hingga menyiksa rakyat.

Bahkan mahasiswa dan warga juga sempat ricuh, sambil melemparkan telur ke kantor Dinkes. Hal itu terjadi ketika hendak merangsek ke kantor Dinkes Pandeglang dan kekesalan itu muncul, karena tak kunjung ditemui oleh Kepala Dinkes Pandeglang, Randen Dewi Setiani. Namun kericuhan itu dapat dilerai oleh pihak kepolisian, hingga akhirnya aksi unjuk rasa berlangsung damai kembali.

Usai dari Dinkes dan Setda Pandeglang, massa aksi langsung merangsek juga ke gedung DPRD Pandeglang. Namun karena tak ada yang menemui, akhirnya massa aksi melempari gedung itu dengan lumpur jalan yang dibawa. Massa pun membubarkan diri dengan tertib sambil mengancam bakal datang kembali dengan jumlah massa yang lebih banyak.

BeritaTerbaru

Bupati Serang Ratu Rahmatuzakiyah, sidak ruangan di Setda Kabupaten Serang, Selasa (19/5/2026). (ISTIMEWA)

Sidak Lingkungan Setda, Bupati Zakiyah Minta Pegawai Tata Ruangan Kerja Dengan Rapi

Selasa, 19 Mei 2026 16:11 WIB
IMG_20260519_160354

Prajurit Yonif TP 840/GS Dilatih Perakitan Jembatan Bailey

Selasa, 19 Mei 2026 16:07 WIB
Gubernur Banten Andra Soni Nyatakan DOB Cilangkahan Paling Siap

Gubernur Banten Andra Soni Nyatakan DOB Cilangkahan Paling Siap

Selasa, 19 Mei 2026 06:38 WIB
Pemkab Lebak Keluarkan Surat Edaran, ASN Wajib Pilah Sampah

Pemkab Lebak Keluarkan Surat Edaran, ASN Wajib Pilah Sampah

Senin, 18 Mei 2026 19:57 WIB

Orator aksi, Ahmad Fauzi mengatakan, pihaknya sangat menyangkan atas sikap Dinkes Pandeglang yang dilontarkan melalui media sosial (Medos) resminya, bahwa musibah Enah ditandu hal yang biasa dan dikatakan budaya gotong royong.

“Jelas kami sakit hati dan marah atas sikap mereka (pihak Dinkes) yang mengatakan ditandu adalah budaya gotong royong. Padahal, kami juga tidak menginginkan peristiwa itu terjadi. Namun karena akses jalan rusak berat, terpaksa kami menandu ibu Enah,” teriak Fauzi dalam orasinya, Kamis (6/5).

Ditegaskannya, sikap kepala dan jajaran Dinkes Pandeglang, jelas tak punya rasa simpati sehingga melukai hati masyarakat Kabupaten Pandeglang, khususnya masyarakat Sukaresmi.

“Makanya kami datangi ke sini (Kantor Dinkes), agar mereka meminta maaf secara langsung. Namun malah menghilang tak menemui kami. Mereka benar-benar pengecut dan tak bertanggungjawab,” tandasnya.

Koordinator Lapangan (Korlap) dari Jarami, Ahmad Muhtadin mengatakan, seharusnya Pemerintah Daerah (Pemda) Pandeglang hadir di tengah-tengah masyarakat yang sedang dilanda kesulitan, bukan malah menghindar dan mencari pembenaran sendiri seolah-olah tak bersalah.

Alasan melalui siaran pers nomor 03/HMSP-RLS/V2021 yang tercatum dalam point 4 bahwa status jalan tersebut merupakan jalan setapak milik PT. Perkebunan Nusantara, sehingga Pemda tak dapat membangunnya.

“Dalam press rilis itu jelas pembodohan dan pembohongan publik. Sebab, jalan itu ada sejak 80 tahun lalu dan status kepemilikannya murni punya masyarakat. Apalagi yang sedang ditampilkan Pemda Pandeglang kepada rakyatnya, press rilis itu hanya alibi untuk menutupi kebokbrokan mereka,” teriaknya.

Maka dari itu tegasnya lagi, Jarami bersama para pengurus IMM Cabang Pandeglang menutut kepada Tubagus Nandar Suptandar agar segera mengklarifikasi atas siaran persnya tersebut.

“Tadi kami serahkan bukti surat pernyataan bersama yang ditandatangani pemilik tanah yang sudah siap tanahnya digunakan untuk pembangunan jalan. Maka dari itu, kami juga mendesak agar segera dilakukan pembangunan,” tandasnya.

Namun baik Kepala Dinkes maupun Kabag Humas dan Protokoler Setda Pandeglang sedang tidak ada dikantornya. Sehingga yang menemui masa aksi hanya dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), yang diwakili Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, Juhanas Waluyo.

Juhanas mengatakan, kepada massa aksi bahwa Kabag Humas dan Protokoler sedang tidak masuk kantor karena lagi sakit diare. “Pak Nandarnya sedang tak masuk, sehingga tak bisa menemui. Katanya sih lagi sakit kena diare, biar saya saja yang menerima dan nanti saya sampaikan,” kata Juhanas, kepada masa aksi.

Akhirnya, massa aksi pun luluh dan menitipkan surat pernyataan bersama yang ditanda tangani pemilik tanah, yang sudah siap tanahnya digunakan untuk pembangunan jalan. “Ok, nanti saya langsung sampaikan ya,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, selain kalangan aktivis yang kesal, Komisi IV DPRD Pandeglang juga geram atas perilaku atau tindakan Dinkes Pandeglang, yang beberapa waktu lalu melalui akun Instagram dinkes_pandeglang memposting foto ibu hamil ditandu pakai sarung dan dianggap hal itu “budaya gotong royong yang perlu dicontoh”.

Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang, Habibi Arafat menilai, pihak Dinkes tidak pantas melakukan hal tersebut. Harusnya tegas Habibi, Dinkes melakukan tindakan penanganan lanjutan terhadap kondisi pasien pascamelahirkan yang ditandu tersebut.

“Boleh saja pada saat melakukan upaya tindaklanjut penanganan difoto lalu diposting di akun media sosial,” kata Habibi saat dihubungi via telepon, Rabu (5/5). (nipal/aditya)

Tags: aksi unjuk rasadinkes pandeglangdprd pandeglang
Share9TweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (DKBPPPA) Kabupaten Serang, Haerofiatna. (DOKUMEN/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

Kepala DKBPPPA Kabupaten Serang Akan Biayai Korban Pencabulan Di Kramatwatu

Senin, 18 Mei 2026 19:05 WIB
407 Pelajar SD dan SMP di Lebak Adu Prestasi dalam Ajang O2SN
Banten Region

407 Pelajar SD dan SMP di Lebak Adu Prestasi dalam Ajang O2SN

Senin, 18 Mei 2026 18:59 WIB
Pemilihan Duta Genre Kabupaten Pandeglang.(ISTIMEWA)
Banten Region

DP2KBP3A Kabupaten Pandeglang Gelar Pemilihan Duta Genre

Senin, 18 Mei 2026 18:00 WIB
Wakil Ketua DPRD Banten Eko Susilo. (ISTIMEWA)
Banten Region

DPRD Minta Pemprov Matangkan Kenaikan Pajak MBLB, Agar PAD Bertambah

Senin, 18 Mei 2026 17:00 WIB
Tim aparat setempat, mengevakuasi korban diduga gantung diri, di Kampung Kedaleman, Desa Ketos, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Senin, (18/5/2026). (ISTIMEWA)
Banten Region

Warga Kibin Kabupaten Serang Ditemukan Gantung Diri Di Rumahnya

Senin, 18 Mei 2026 16:51 WIB
PENANDATANGANAN : Kapolda Banten Irjenpol Hengki (kanan), menyaksikan penandatanganan berita acara usulan pemberian penghargaan karena berhasil mengamankan arus mudik Lebaran 2026. (ISTIMEWA)
Banten Region

Berhasil Amankan Arus Mudik, Polda Banten Diusulkan Dapat Penghargaan

Senin, 18 Mei 2026 16:41 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, saat membuka acara Peringatan Milad ke-20 Persatuan Guru Madrasah Indonesia Raya (PGMI Raya) Kabupaten Serang tahun 2026, di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren (Ponpes) Bai Mahdi Soleh Ma’mun, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Sabtu (16/5/2026). (ISTIMEWA)

Bupati Zakiyah Naikkan 50 Persen Insentif Guru Madrasah dan Guru Ngaji

Minggu, 17 Mei 2026 18:56 WIB
Aturan Porprov Banyak Dilanggar, KONI Kabupaten Tangerang Protes KONI Banten

Aturan Porprov Banyak Dilanggar, KONI Kabupaten Tangerang Protes KONI Banten

Rabu, 13 Mei 2026 20:16 WIB
IMG_20260516_101226

Fraksi PAN Apresiasi Bupati Serang Alihkan Anggaran Fasilitas Jabatan untuk Ambulans Desa dan RTLH

Sabtu, 16 Mei 2026 10:17 WIB
Sebulan WFH di Tangsel: 20 Persen ASN Belum Tertib Absensi, Pemkot Siapkan Teguran

Sebulan WFH di Tangsel: 20 Persen ASN Belum Tertib Absensi, Pemkot Siapkan Teguran

Kamis, 14 Mei 2026 09:46 WIB
Child Grooming Berawal dari Saluran WA, SMK Letris Pamulang Ungkap Kronologi

Child Grooming Berawal dari Saluran WA, SMK Letris Pamulang Ungkap Kronologi

Selasa, 19 Mei 2026 06:28 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.