SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Sebanyak 626 kendaraan roda empat yang diduga membawa pemudik dipaksa putar arah saat hendak melewati Gerbang Tol Cikupa Tangerang, Kamis (6/5). Tindakan yang diambil dalam rangka mengamankan kebijakan larangan mudik itu menyebabkan kemacetan panjang.
Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya, AKPB Fahri Siregar mengatakan jajarannya berjaga di gerbang tol Cikupa sejak pukul 00.00 WIB. Mereka yang diduga akan mudik pun langsung diperintahkan putar arah dan kembali ke wilayah masing-masing.
“Mulai pukul 00.00 WIB semalam hingga kini kita telah berhasil memutar balik 626 kendaraan dari berbagai jenis yang diduga akan melakukan mudik jelang perayaan lebaran 2021 yang lewat di GT Cikupa ini,” ujar Fahri, Kamis, (6/5).
Pantauan Satelit News, penyekatan ini pun membuat lalu lintas menuju Gerbang Tol Cikupa pun menjadi macet. Nampak para pengendara pasrah dengan kebijakan tersebut.
Fahri mengatakan sebagian pengendara yang diperintahkan putar balik bertujuan ke wilayah Banten. Dimana, wilayah tersebut termasuk tidak termasuk kawasan aglomerasi Jabodetabek yang ditetapkan Pemerintah.
“Dan untuk bisa melewati posko ini maka para pemudik harus menunjukkan surat-surat yang telah ditentukan oleh pemerintah,” tegasnya.
Baca Juga: Arab Saudi Tutup Bandara Riyadh Akibat Serangan, Kemenhub Pantau Dampaknya
Kata Fahri pihaknya melakukan penjagaan selama 24 jam. Dengan mekanisme dua shift yang masing-masing dijaga oleh 32 personel Polri. Selama penjagaan tersebut, jajaran Polri nampak melakukan rekayasa lalu lintas untuk mencegah kemacetan yang terjadi saat penyekatan.
“Sejauh ini kita tetap berupaya pantau terus arus lalu lintasnya, lantaran volume kendaraannya sendiri saat ini terpantau meningkat hingga 12 persen,” katanya.
Fahri mengungkapkan bila terus mengalami peningkatan jumlah pengendara melintas pihaknya sudah menyiapkan mekanisme rekayasa lalulintas. Namun, sejauh ini masih terkendali nampak padat merayap.
“Kalau memang kemacetan arus lintasnya sampai 5-6 km maka kita membuka gerbang tol satelit dan juga melakukan penarikan personel dan menghentikan sementara penyekatan sambil melakukan pemantauan,” katanya.
Penyekatan juga dilakukan di wilayah Kota Tangerang. Di posko penyekatan Jalan Gatot Subroto, Jatiuwung setidaknya terdapat 20 pengendara baik roda dua atau empat terpaksa putar arah di hari pertama pelarangan mudik.
“Puluhan kendaraan yang dicegat itu terdiri dari 17 mobil dan tiga motor,” ujar KBO Satlantas Polres Metro Tangerang Kota AKP Agus Pribadi.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Kerja Sama Pengembangan SDM Transportasi dengan Kemenhub
Agus menuturkan dari puluhan kendaraan itu terbanyak dari luar Kota Tangerang. Puluhan kendaraan itu pun tidak memiliki dokumen yang mengizinkan mereka masuk atau keluar Kota Tangerang.
“Mereka juga bukan pelintas yang dikecualikan. Tidak ada yang diizinkan melintas karena tidak mereka memiliki dokumen,” katanya.
Agus menambahkan pihaknya tidak menemukan travel gelap atau kendaraan pribadi yang dijadikan angkutan umum di ke-20 kendaraan yang diputar balik tersebut. “Nihil (travel gelap). Seluruhnya pribadi yang hendak ke wilayah Banten,” imbuhnya.
Saat ini, lanjut Agus, di posko penyekatan dijaga 17 anggota kepolisian dan empat anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang. “Yang jaga ada 11 personel anggota Satlantas Polres (Metro Tangerang Kota), empat personel Dishub (Kota Tangerang), dan enam personel Polsek Jatiuwung,” jelasnya.
Di Kota Tangerang Selatan, penyekatan larangan mudik dilakukan aparat gabungan di sejumlah titik vital. Bahkan operasi dilakukan dengan sistem berlapis. Pihak Polres Tangerang Selatan memastikan tidak akan ada pemudik yang dapat lolos dari di wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan (Tangsel).
Polisi sendiri telah membangun pos penyekatan larangan mudik di wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan. Di antaranya yakni di Jatiuwung, Gerbang Tol Bitung, Pos Bitung dan Cikupa.
“Pos pengamanan berlapis. Di sana (Cikupa dan Gerbang Tol Bitung) akan diperiksa lagi. Di sini juga periksa yang lolos dari pemeriksaan Jatiuwung,” ungkap Kasat Lantas Polres Tangerang Selatan, AKP Bayu Marfiando di Pos Penyekatan Bitung, Kamis (6/5).
Pemudik yang berniat mudik ke Sumatera dan lolos dari pemeriksaan di pos-pos penyekatan juga akan putar balik dengan sendirinya. Sebab, selama periode larangan mudik, Pelabuhan Merak tidak beroperasi.
“Ini satu dari sekian banyak yang kesaring. Mentok-mentoknya kalau mau ke Sumatera enggak ada kapal juga kok,” ujarnya.
Hingga kemarin malam, pihaknya sudah memutarbalikan 15 kendaraan bermotor. Beberapa dari 15 pengendara itu mengaku berniat mudik. Sisanya, ada yang berdalih berangkat kerja. “Karena memang ada indikasi mudik, rata-rata kendaraan pribadi, tujuannya ada yang mau ke Rangkasbitung, ada yang mau ke Merak,” jelasnya.
“Intinya mereka setelah kita tanyakan tidak bisa menunjukkan syarat-syarat bepergian, SIKM, segala macam, akhirnya kita putarbalikan,” lanjutnya.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan, selama tiga hari terakhir sebelum masa peniadaan mudik sebaran tahun ini berlaku, terjadi peningkatan pergerakan di semua moda transportasi baik darat dalam hal ini kereta api, laut, maupun udara. Akan tetapi, kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati, peningkatan tersebut tidak signifikan yaitu masih di kisaran 10 hingga 15 persen.
“Peningkatan di 3 hari terakhir pada masa pengetatan sebenarnya tidak setinggi yang kami prediksi,” ujarnya secara virtual, Kamis (6/5).
Adita mengaku, kendaraan pribadi dan munculnya angkutan travel gelap masih menjadi tantangan dalam pengawasan moda transportasi selama masa larangan mudik Lebaran tahun ini. Menurutnya, kendaraan pribadi cukup sulit diidentifikasi terkait apakah penumpang di dalam kendaraan tersebut merupakan termasuk kelompok yang diperbolehkan bepergian atau tidak.
Sehingga, dibutuhkan pihak berwenang dalam pemeriksaannya. “Ini peran dari Kepolisian. Apabila ditemukan ada penumpang yang ternyata tidak memenuhi syarat untuk itu, yang dilakukan adalah diputarbalikkan, diminta pulang lagi,” ujarnya. irfan/jarkasih/alfian/gatot)

















