SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar sosialisasi rekayasa lalu lintas terkait rencana pembangunan putaran balik terlindung (protected U-turn) di Jalan Serpong Raya, Kelurahan Pondok Jagung, Kecamatan Serpong Utara.
Sosialisasi berlangsung di Ruang Rapat Lengkong, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, pada Senin (19/10/2026).
Forum tersebut turut dihadiri Sekdishub Tangsel, Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan PUPR Provinsi Banten, Hamdan, Ketua Komisi I DPRD, Lady MP Butar Butar, dan Sekretaris Komisi IV DPRD, H. Edy Mamat serta diikuti perwakilan kecamatan, kelurahan dan tokoh masyarakat.
Kepala UPTD PUPR Provinsi Banten, Hamdan, menyampaikan pembangunan U-turn akan dilaksanakan berdasarkan desain yang telah dievaluasi dan dikoordinasikan dengan instansi terkait.
“Kami berharap pembangunan ini dapat berjalan lancar sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi pengguna jalan, khususnya dalam mendukung kelancaran arus kendaraan di kawasan Serpong Utara,” ujarnya.
Skema yang dibahas adalah pembangunan U-turn terlindung tepatnya didepan eks Restoran Biru Laut. Jika fasilitas baru terealisasi, putaran balik eksisting di sekitar WTC Matahari dan Melati Mas direncanakan ditutup.
Baca Juga: Rumah dan Bengkel Mobil Terbakar di Serpong, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar
Sementara, Sekdishub Tangsel, Yanuar menuturkan bahwa para peserta menyepakati agar usulan penataan U-turn diakomodasi dan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi terkait.
“Kesimpulannya alhamdulillah semuanya menyepakati, artinya mereka setuju untuk pembangunan U-trun terlindung itu. Dari PU Provinsi Banten minta dibantu Pol PP untuk penertiban bahu jalan yang ada bangunan untuk dirapihkan,” ucapnya.
Kata Yanuar, nantinya pembangunan akan dilakukan oleh PUPR Provinsi Banten. Rencananya, realisasi pembangunan berlangsung Oktober hingga akhir tahun 2026.
“PUPR Banten yang bangun, itu memang jalan Provinsi, kita hanya mendorong saja,” ucapnya.
Melalui skema tersebut, pergerakan kendaraan diharapkan lebih terarah sehingga antrean dan titik konflik lalu lintas dapat dikurangi.
“Jadi nanti kita akomodasi dari dua arah. Minimal mengurangi kemacetan,” pungkasnya.
Baca Juga: Kasus Tawuran di Kafe, Polres Tangsel Tetapkan Tujuh Tersangka
Dishub Tangsel juga rencananya akan merevitalisasi sistem Intelligent Transport Tangerang Selatan (ITTS) yang sebelumnya tidak aktif. Pembaruan ini disiapkan untuk menghadirkan sistem pemantauan dan pengendalian lalu lintas yang lebih modern.
Revitalisasi ITTS dilakukan melalui kolaborasi dengan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Tangsel.
“Sekarang kita revitalisasi dengan desain yang lebih modern dan cerdas. Pembangunannya berkolaborasi antara Dishub dan DCKTR,” tutup Yanuar. (eko)

















