SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangse) mencatat adanya kenaikan jumlah warga Serpong Lagoon Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu, yang mengalami diare dan muntaber. Per Senin (19/10/2026), tercatat sekitar 176 orang menderita penyakit tersbeut.
“Untuk kasus tersebut per kemarin ada 176 orang,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Fitria Oriza saat dikonfirmasi, Selasa (20/10).
Diketahui, kasus ini diduga akibat air PAM mereka tercemar. Water Treatment Plant (WTP) yang dikelola PT Afra Poetra Soegama (APS) terbukti mengandung bakteri ecoli setelah dilakukan uji sampel air keran para warga beberapa waktu lalu.
Fitria melanjutkan, penyebaran bakteri ecoli di Serpong Lagoon diketahui dari sebaran link g-form kepada warga pelanggan air yang dikelola oleh PT Arfa Putra Soegama. Fitria menyebutkan, saat rapat dengar pendapat di DPRD Kota Tangsel pada Rabu, 14 Oktober 2026 angka positif muntaber sebanyak 146 orang.
“Yang mengisi link warga Serpong Lagoon yang memiliki gejala, demam mual muntah dan mencret,” katanya.
Ia bilang, hingga kemarin (20/10) masih ada satu orang yang dirawat di rumah sakit akibat terinfeksi bakteri E-coli. Dinas kesehatan Kota Tangsel telah merekomendasikan kepada warga Serpong Lagoon untuk menyetop pemakaian air yang disalurkan oleh pengembang kawasan perumahan tersebut. Penyedia di perumahan Serpong Lagoon juga wajib membersihkan Instalasi Pengolahan Air serta melakukan pemeriksaan baku mutu secara berkala.
Baca Juga: SIM Keliling Tangerang Selatan Senin 19 Oktober 2026
Fitria menambahkan, untuk sementara ini, pemerintah daerah melalui dinas terkait telah mendistribusikan kebutuhan air masyarakat. Pengiriman air akan menyesuaikan kebutuhan pada delapan titik toren berukuran 2.000 liter yang tersebar.
Kata dia, PT Arfa Poetra Soegama kini sedang melakukan pemeriksaan uji laboratorium. “Setelah mereka lakukan perbaikan, namun belum ada informasi untuk hasilnya,” pungkasnya. (eko)

















