SATELITNEWS.ID, TANGERANG—PT Pancaprima Ekabrothers melalui induk perusahaannya PT PAN Brothers (PRBX) mengakui kalau bakal mencicil Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawan. Langkah dilakukan lantaran ketatnya kondisi arus kas atau cash flow perusahaan karena adanya pemotongan modal kerja dari pihak perbankan.
Demikian diungkapkan oleh Wakil Direktur Utama PRBX, Anne Patricia Sutanto. Dia mengatakan penolakan yang dilakukan oleh karyawan terkait pencicilan THR merupakan kesalahanpahaman informasi. Mereka mengira kalau kondisi perusahaan baik-baik saja. Padahal tidak demikian.
“Kondisi cash flow perusahaan agak ketat sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan sehingga tersisa sepuluh persen dari kondisi sebelumnya dan ini mengganggu arus kas,” ujarnya kepada Satelit News, Jumat (7/5).
Anne menjelaskan dari sisi order yang masuk dari pembeli tetap besar. Namun PBRX terkendala modal kerja. Fasilitas Bilateral yang diterima PBRX dari perbankan saat ini tersisa 10 persen dibanding awal 2020 lalu.
“Sehingga menjadikan kami memiliki keterbatasan. Kami harus mengatur arus kas sebaik-baiknya agar semua berjalan dengan baik dan penjualan tidak berkurang dan oleh karena itu tidak ada pengurangan tenaga kerja,” katanya.
“Kami tetap harus bisa mengatur pembelian bahan baku, pembayaran ke supplier, gaji, biaya, produksi, biaya operasional dan juga kewajiban bunga ke perbankan dan bond dengan arus kas yang ada,” tambah Anne.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Perluas Peluang Kerja ke Jepang, 271 Tenaga Kerja Telah Diberangkatkan
Menurut Anne perusahaan yang bergerak di industri garmen ini terpaksa mengambil langkah genting untuk menyelamatkan perusahaan tetap produktif. Terutama, untuk menghindari terjadinya PHK karyawan. Sehingga perusahaan perlu membagi arus dana pembayaran ke supplier dan pihak terkait lainnya. Termasuk pembayaran secara bertahap THR. Mengingat, PRBX saat ini memperkerjakan belasan ribu karyawan yang tersebar di sejumlah anak perusahaannya.
“Jadi untuk menghindari pengurangan karyawan kita harus berbagi berbagi untuk kepentingan bersama sebenarnya,” kata Anne.
Anne ini mengungkapkan kalau THR akan dibayar secara bertahap sebanyak 5 kali. Pembayaran THR secara bertahap ini kata Anne berlaku untuk semua perusahaan dan anak perusahaan PTBX termasuk PT Pancaprima Ekabrothers yang berlokasi di Jatiuwung.
“Jika likuiditas tersedia dimana pihak perbankan mengaktifkan sebagian fasilitas kami pembayaran THR otomatis akan dipercepat dan terselesaikan di bulan September 2021 paling lambat,” ungkapnya.
Wanita lulusan teknik kimia dari University of Southern California dan magister bisnis dari Loyola Marymount di Los Angeles ini mengaku optimis ada jalan keluar terkait kondisi perusahaan saat ini. Semua fasilitas akan berangsur pulih seiring dengan pemulihan ekonomi nasional dan dunia.
“Dalam tahun 2020 yang sulit pun, kami tetap positif penjualan dan di bottom profit juga tetap bertumbuh dan lebih tinggi dari tahun 2019. Jika modal kerja tersedia seperti sebelumnya kami yakin tahun 2021 akan bertumbuh sekitar 10 sampai dengan 15 persen dengan adanya pengalihan order dari negara negara produsen lain. Namun ini tidak mungkin kami realisir jika modal kerja tidak tersedia,” jelasnya.
Baca Juga: Disnaker Kota Tangerang Gelar Lomba Orasi Buruh dan Cerdas Cermat
Dia berharap para karyawan dapat mengerti terkait persoalan yang dihadapi oleh PRBX saat ini. Agar dukungan kebutuhan modal kerja yang dibutuhkan modal kerja perusahaan dapat segera diperoleh. Kata Anne, siklus produksi mulai dari order masuk sampai dengan ekspor untuk order yang terkonfirmasi sekitar 120 hari.
“Oleh karena itu PBRX berharap pemulihan fasilitas bilateral modal kerja PBRX bisa kembali didukung perbankan nasional. Sehingga PBRX dapat menyumbang pertumbuhan devisa melalui kenaikan ekspor dan dapat mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia,” papar Anne.
Sebelumnya diberitakan, karyawan PT Pancaprima Ekabrothers mengadu ke Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang terkait THR yang dibayar dicicil oleh perusahaan. Ketua Pimpinan Unit kerja (PUK) Serikat Pekerja Nasional PT Pancaprima Ekabrothers, Hasan mengatakan para buruh tegas menolak pencicilan THR. Sejauh ini pihaknya pun masih terus mengupayakan Bipartit dengan perusahaan.
“Kita masih tetap berunding bagaimana mengupayakan agar THR tidak di cicil. Ini masih ada satu hari lagi menuju hari libur, kita masih melakukan perundingan dan pihak manajemen masih mengupayakan dengan sisa waktu yang ada agar pembayaran THR ini mengikuti kemauan seluruh karyawan yang ada,” ujarnya. (irfan/gatot)
