SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah geram melihat mobil Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang digunakan bukan untuk semestinya. Arief menemukan penyalahgunaan itu saat memantau aktivitas di sejumlah posko pengawasan mudik lebaran, Sabtu (8/5/2021).
Saat mendapatkan mobil plat merah disalahgunakan, Wali Kota 2 periode itu pun langsung berteriak dan memerintahkan petugas untuk memberhentikannya. Tanpa basa basi, Arief langsung menyuruh Kepala Dinas Perhubungan, Wahyudi Iskandar untuk membawa mobil itu ke kantornya. Dia juga meminta Kepala Satpol PP Agus Henra F untuk mengantarkan anak-anak pulang menggunakan mobil patroli.
“Coba itu nanti mobilnya bawa ke depan lobi kantor saya. Besok panggil tuh kepala dinasnya. Sekalian dicek tuh ama Inspektorat,”katanya.
Arief menyebutkan, kendaraan tersebut sudah diberhentikan dan penumpangnya diantar ke rumah masing-masing. Sebab, penumpang tersebut duduk berdesakan hingga duduk di atas kepala mobil bak itu.
“Karena dia (sopir) yang mengambil sendiri kendaraannya. Kalau dia pegawai Pemerintah Kota Tangerang saya akan berhentikan. Soal kendaraan itu disewakan, nanti Inspektorat saya akan suruh cek, tadi kan ada petugas Disbudparnya tuh dia yang naik dan dia yang nyewain. Itu yang akan kita selidiki,” jelasnya.
Kepala Disbudpar Kota Tangerang, Ubaidillah membenarkan hal tersebut. Kata dia, mobil tersebut memang disalahkangunakan oleh petugas. Namun bukan disewakan, petugas tersebut sengaja menggunakan mobil itu untuk mengantarkan jemaah masjid As-Assalam yang berlokasi di dekat kediamannya di Neglasari untuk berziarah.
Baca Juga: Ziarah Ke Makam Pahlawan, Kapolda Banten: Berikan Pengabdian Terbaik
“Jadi jemaah Masjid As-Assalam yang dekat kecamatan (Neglasari) minta ziarah ke Serpong jadi bukan disewain. Dia (petugas) niatnya mau nolong jemaah berangkat ziarah,” ujar Ubaidillah kepada Satelit News, Minggu (9/5).
Tindakan yang dilakukan salah satu petuhas Disbudpar itu kata Ubaidillah memang salah. Secara protokol kesehatan juga tak sesuai.
“Tapi kalau disewakan itu nggak bener, nggak ada. DKM siap bersaksi. Tapi kalau secara prokes memang salah. Tapi kalau bicara salah ya salah tapi kalau disewakan nggak mungkin karena yang berangkat itu ziarah,” jelas Ubaidillah.
Mantan Camat Neglasari itu pun mengungkapkan kalau dirinya telah menginterogasi petugas tersebut dan telah mengakui kesalahannya. Bahkan siap untuk dihukum.
“Bahkan dikeluarkan dia siap karena salah. Kalau betul disewakan ya pecat karena melanggar. Karena kan ini konteksnya dia menolong jemaah masjid. Dalam posisi karena dia warga. Tapi memang salah, mobil kantor dia jalankan tanpa ijin. Dia juga mengaku dia salah,” jelasnya. (irfan/gatot)
























