SATELITNEWS.ID, TIGARAKSA—Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar langsung patuhi arahan dari Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), dalam rapat yang digelar secara virtual, Senin (17/5). Rapat tersebut diselenggarakan terkait antisipasi lonjakan kasus Covid-19 pascalibur Idul Fitri.
Dalam laporannya, Mendagri Tito Karnavian mengatakan, pandemi Covid-19 ini menjadi ujian bagi pengambil kebijakan, baik di pusat maupun di daerah. Bahkan di dunia, untuk mengambil kebijakan yang tepat demi survive daerah atau negara yang dipimpin, serta diharapkan mampu menekan angka Covid-19.
“Ada waktunya menginjak gas untuk meningkatkan ekonomi dan ada saatnya pula menginjak rem, untuk mengendalikan laju perkembangan Covid-19 di Indonesia. Karena hingga saat ini penyebaran Covid-19 tingkat global belum bisa ditekan, seperti daerah-daerah di India, Pakistan, Prancis, Meksiko dan bahkan negara lain,” katanya, Senin (17/5).
Lanjut Tito, di Indonesia saat ini terjadi penurunan kasus dan dibarengi dengan peningkatan ekonomi. Hal itu merupakan situasi yang baik. Menurutnya, penurunan kasus dan peningkatan ekonomi terjadi karena penerapan PPKM skala mikro cukup efektif, untuk menekan penyebaran Covid-19 dan memberi ruang untuk meningkatkan kembali perekonomian.
Kata Tito, dalam arahannya Presiden Joko Widodo, Indonesia harus mewaspadai pascalebaran, karena ada potensi peningkatan jumlah kasus Covid-19. Meskipun telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik.
“Terdapat satu setengah juta orang yang melakukan mudik pada lebaran kali ini, meskipun secara presentase hanya sekitar 1,1 % saja, tetapi jumlahnya yang jutaan itu sangat berpotensi menghadirkan terjadi penularan di daerah. Memang 1,1% kelihatan kecil sekali, tapi kalau dijumlah ternyata masih besar sekali. Satu setengah juta orang yang masih mudik,” ungkapnya.
Baca Juga: Proyek Hutan Bambu Dianggap Mubazir, Ini Penjelasan Pemkab Tangerang
Menurut Tito, Pemerintah Pusat dan Daerah harus berkolaborasi untuk menjaga konsistensi penurunan jumlah penderita Covid-19 ini. Serta harus terus waspada karena di negara-negara tetangga, telah terjadi gelombang kedua dan gelombang ketiga penyebaran Covid-19.
“Ini yang harus terus kita tekan. Adanya penurunan kasus aktif ini harus ada konsistensi sinergitas antara pusat dan daerah. Kita harus memiliki ketahanan/ endurance, karena tidak mungkin selesai dalam waktu sebulan, dua bulan, karena pandemi ini diprediksi berakhir dengan waktu yang cukup lama,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, dia dan jajaran Forkopimda selalu kompak sesuai dengan arahan dari Presiden dan Mendagri, agar selalu sinergi dan kompak dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 saat ini.
“Semoga pascalebaran ini kita tidak ingin adanya peningkatan kasus kembali. Kita sama-sama berdoa itu tidak terjadi,” pungkasnya. (alfian/aditya)
























