SATELITNEWS.ID, TIGARAKSA—Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Kabupaten Tangerang menggelar Rapat Paripurna pertama pascalibur Hari Raya Idul Fitri, dalam rangka penetapan keputusan DPRD terhadap usul empat Raperda Inisiatif menjadi Raperda Inisiatif DPRD, Senin (17/5). Meski terlihat banyak kursi anggota dewan yang kosong, namun paripurna tetap dilanjutkan dengan dipimpin Kholid Ismail, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang.
Melalui rapat paripurna ini, DPRD menetapkan untuk mengusulkan empat Raperda Inisiatif DPRD diantaranya Raperda Kabupaten Layak Anak (KLA), Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Raperda Ritel, dan Raperda Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP Kabupaten Tangerang Akmaluddin Nugraha mengatakan, anggota Fraksi PDIP sebanyak 50 persen hadir di rapat paripurna tersebut. “Kalau di Fraksi PDIP sendiri ada empat orang yang hadir dari 8 anggota. Jadi sudah sesuai dengan prosedur Covid-19, yakni pembatasan 50 persen,” katanya kepada wartawan.
Akmaluddin yang juga legislator Dapil 6 ini berharap, agar Raperda Inisiatif DPRD yang akan digodok oleh para anggota Pansus, bisa bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Tangerang.
Diwawancarai terpisah usai rapat paripurna, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Kholid Ismail menuturkan, usai ditetapkan sebagai 4 Raperda Inisiatif DPRD yaitu Raperda KLA, Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Raperda Ritel, dan Raperda RTH, nantinya ada pembahasan lebih lanjut. Menurutnya, keempat usulan Raperda itu sangat mendesak dan dibutuhkan untuk situasi dan kondisi saat ini.
“Terkait 4 usulan raperda inisiatif ini perlindungan anak, RTH, ritel, dan tentang penanggulangan kebakaran, memang sudah sangat urgent yah,” kata Kholid kepada Satelit News.
Baca Juga: Proyek Hutan Bambu Dianggap Mubazir, Ini Penjelasan Pemkab Tangerang
Kholid mencontohkan mengenai usaha ritel yang terus menjamur. Bahkan saat ini bisnis ritel modern banyak yang sudah masuk ke dalam perkampungan. Padahal secara regulasi, usaha ritel tidak diperbolehkan masuk.
“Contoh kayak ritel ini kan sudah makin banyak. Ritel ini kan ada ritel modern, ada ritel tradisional. Ini salah satunya yang akan kita tata,” imbuhnya.
Meski demikian, Kholid mengaku belum bisa menjelaskan secara detail mengenai latar belakang pengusulan 4 Raperda inisiatif oleh anggota dewan tersebut. “Kalau yang lain-lain nanti kita coba komunikasi dengan Bapemperda yah, karena inikan melalui verifikasi mereka. Atau nanti lebih detailnya lagi bisa ditanyakan ke Pansus-pansus,” pungkasnya. (alfian/aditya)
























