SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Sudah hampir 3 tahun, jalan alternatif penghubung Desa Ciinjuk, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang menuju perbatasan Petir, Serang, terlihat rusak dan tak ada perbaikan. Alhasil, kondisi itu menghambat aktivitas warga sekitar.
Seorang warga, Beni mengaku, selain berlubang jalan tersebut menyempit. Sehingga, jika ada kendaraan roda empat dari dua arah, terpaksa salah satunya harus menepi. Yang lebih disayangkannya lagi, tepi jalan pun dipenuhi lahan pesawahan, sehingga khawatir terperosok.
“Sudah lama nggak diperbaiki, ada lah sekitar 3 tahunan. Ditambah lagi, kalau malam, gelap (minim lampu PJU,red),” aku Beni, Minggu (23/5).
Kata Beni, ruas jalan tersebut terbilang aktif dan sangat strategis untuk lintasan hasil alam (bumi) masyarakat sekitar. Potensinya cukup banyak, selain hasil pertanian, juga ada hasil perkebunan dan peternakan yang kerap dibawa oleh masyarakat ke Pasar Cadasari, Pasar Pandeglang dan sekitarnya.
Beni yang didampingi beberapa warga lainnya juga mengaku, sudah sempat mengadukan hal itu ke aparatur desa bahkan pihak kecamatan. Sepengetahuannya, dalam setiap Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbang) Desa dan Kecamatan, kerap masuk. “Tapi, nggak ada tanda-tanda pembangunan sampai sekarang,” tandasnya.
Seorang aparatur Kecamatan Cadasari, Ucu mengaku, sudah mendapat aspirasi atau keluhan dari warganya, terkait kerusakan jalan itu. Bahkan katanya, kerusakan jalan di wilayah Cadasari bukan hanya di ruas jalan itu. Melainkan ada di beberapa ruas jalan lainnya, seperti di Desa Tapos dan yang lainnya.
“Kami akan inventarisir ruas jalan yang rusak dan butuh perbaikan, untuk kemudian kami sampaikan ke kabupaten,” imbuhnya. (mardiana/aditya)