SATELITNEWS.ID, SERPONG—Puluhan orang mengikuti pelatihan nasionalisme berbasis nilai agama yang bertempat di MAN 1 Tangsel. Pelatihan ini digelar oleh Kantor Kementerian Agama Kota Tangsel Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan.
Pelatihan yang dilaksanakan di tengah suasana pandemi Covid-19 ini, dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Tangsel Abdul Rojak, dan diikuti oleh 30 orang peserta. Pelatihan berlangsung pada 24-29 Mei 2021.
Hadir pada acara pembukaan Kepala Balai Diklat Keagamaan Jakarta diwakili oleh Mulyadi, dan M. Nasrul. Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel Abdul Rojak menyampaikan seluruh ASN Kemenag dilarang mengikuti, mendanai, apalagi menjadi tokoh aliran/paham yang menyimpang melawan Pemerintah. Oleh karenanya pelatihan ini sangat penting dilakukan untuk mengingatkan kembali apa yang harus dilakukanb agi ASN di lingkungan Kemenag.
“ASN wajib mematuhi sumpah dan janji setia kepada NKRI seperti diucapkannya saat dilantik menjadi Abdi Negara. Menteri Menpan RB baru-baru ini juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2021 tentang larangan bagi ASN mengikuti aliran atau organisasi terlarang,” ujar Rojak.
Rojak mengingatkan dalam agama ada ungkapan hubbul wathan minal iman, mencintai tanah air sebagian daripada iman. Oleh karenanya, kecintaan tanah air wajib ditanamkan bagi para ASN sebagai abdi negara, pelayan masyarakat. Bukan hanya bagi dirinya tapi bisa berdampak luas kepada lingkungan sekitar, keluarga dan tentunya secara umum.
“Untuk itu diharapkan para peserta dapat menanamkan rasa nasionalisme dengan didasari oleh nilai-nilai agama dan dapat mensosialisasikannya kepada yang lain,” papar Rojak.
Baca Juga: Kemenag Resmi Buka Seleksi CPNS dan PPPK, Simak Cara Pendaftaran dan Syaratnya
Dirinya berharap para peserta mengikuti pelatihan ini dengan serius dan disiplin, sehingga setelah selesai mengikuti pelatihan berdampak secara langsung bagi diri maupun satuan kerja masing-masing. Nilai nasionalisme tidak dapat diukur dengan apapun, karena bangsa ini berdiri tidak mudah tapi penuh pengorbanan besar.
“Perjuangan untuk mendirikan bangsa ini cukup sulit, pengorbanan cukup besar. Makanya mari tanamkan rasa nasionalisme dalam diri sendiri untuk membangun bangsa Indonesia ke depan menjadi bangsa yang maju,” harapnya. (din/bnn/gatot)
























