SATELITNEWS.ID, SERANG–Rumah semi permanen, milik Rohati (59), warga Kampung Bojong Banteng, RT 15 RW 06, Desa Pasir Buyut, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, ambruk, Kamis (27/5). Tidak ada korban luka – luka maupun korban jiwa, atas kejadian tersebut.
Informasi yang berhasil dihimpun, musibah tersebut terjadi akibat rumahnya sudah rapuh dimakan usia, dan sebelumnya sudah reyot nyaris ambruk. Hanya saja, karena nenek renta dan keluarganya tersebut tak memiliki cukup biaya untuk memperbaikinya, akhirnya ambruk.
“Alhamdulillah, kami sekeluarga bisa menyelamatkan diri, sempat keluar dari rumah. Karena sebelum ambruk, terdengar suara retakan kayu,” kata Rohati, Kamis (27/5).
Ia juga mengaku, tidak dapat dan tidak sempat menyelamatkan benda atau barang berharga miliknya, karena sibuk berusaha menyelamatkan diri dan seluruh anggota keluarganya. Alhasil, tak ada barang berharga yang dapat diselamatkan.
Musibah yang menimpanya itu, sudah diketahui aparatur RT/RW dan Perangkat Desa (Perades) setempat. Ia dan keluarga, hanya berharap ada bantuan dari pemerintah maupun para dermawan, yang perduli kepadanya.
“Kami belum bisa memperbaiki rumah, nggak punya uang,” tandasnya, seraya mengaku, kebingungan mau tinggal dimana untuk sementara ini.
Baca Juga: Retaknya Ruang Aman Bagi Perempuan dan Anak
Diakuinya, sudah bertahun – tahun ia dan beberapa anggota keluarganya menempati rumah tersebut. Sebagian besar, rumahnya terbuat dari bambu dan bilik. Sehingga, jika malam harus kedinginan dan siang juga harus kepanasan.
Diakuinya, sebelumnya bagian atap rumahnya sudah banyak yang bocor. Sehingga ketika hujan, ia dan keluarganya kehujanan. Bahkan, lantainya masih tanah (bukan plester atau keramik). Bagian dinding yang terbuat dari bilik-pun, mengakibatkan angin kencang masuk ke dalam rumah.
“Kayu penopangnya juga sudah nggak kuat, makanya ambruk,” imbuhnya. (sidik/mardiana)

















