SATELITNEWS.ID, TELUKNAGA—Akibat gerhana bulan pada Rabu (26/5) lalu, sekitar 350 rumah atau Kepala Keluarga (KK) di Desa Muara, Kecamatan Teluknaga, tergenang banjir luapan air laut atau rob, Kamis (27/5).
Warga Desa Muara, Kecamatan Teluknaga, yang menjadi korban banjir rob, Buang mengatakan, bahwa sudah dua malam ini air laut merendam rumahnya. Ketinggian air yang menggenangi rumahnya mencapai 30 Cm hingga 50 Cm.
Menurut Buang, di Desa Muara, Kecamatan Teluknaga, sedikitnya ada sekitar 350 KK di wilayah RT.17 sampai RT.22 yang terdampak meluapnya air laut. Selain di wilayah RT.17 sampai RT.22, di wilayah RT.19 sampai RT.22, juga kondisinya cukup parah. Bahkan ketinggian air mencapai 70 Cm.
“Dua malam ini, rumah warga terendam rob. Mudah-mudahan air bisa cepat surut,” kata Buang kepada Satelit News, Kamis (27/5).
Buang menduga, bahwa banjir rob yang menerjang Desa Muara, Kecamatan Teluknaga akibat efek dari fenomena gerhana bulan total. “Ya mungkin akibat adanya gerhana bulan kemarin, jadi air laut meluap,” ucapnya.
Sebelumnya, Balai Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, mengimbau masyarakat pantai dan nelayan untuk waspada adanya gelombang tinggi di perairan Indonesia, yang disebabkan adanya gerhana bulan total, pada Rabu (26/5).
Baca Juga: Dampak Gelombang Tinggi, Nelayan Lebak Tidak Bisa Melaut
Kepala BBMKG Wilayah II, Hendro Nugroho mengungkapkan, gelombang tinggi di beberapa perairan Indonesia, diperkirakan akan terjadi hingga 28 Mei 2021. Maka dari itu, masyarakat diminta untuk selalu waspada akan adanya banjir rob yang disebabkan gelombang tinggi dan angin kencang.
“Ketinggan ombak diperkirakan akan mencapai 3-4 meter. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat nelayan dan warga yang tinggal di pesisir pantai untuk tetap waspada adanya gelombang tinggi dan banjir rob,” kata Hendro, saat melakukan pemantuan gerhana bulan total di Tugu Pantai Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Rabu (26/5/21) sore. (alfian/aditya)
























