SATELITNEWS.ID, TANGSEL–Penetapan status tersangka terhadap Ketua Umum dan Bendahara KONI Tangsel dapat mengganggu persiapan para atlet dan pelatih untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Banten di Kota Tangerang tahun 2022 mendatang. Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang Selatan berharap para atlet tetap fokus berlatih.
Kepala Dispora Tangsel Wiwi Martawijaya menyatakan kasus dugaan korupsi yang membelit KONI Tangsel sangat terdampak kepada atlet. Namun dia berpesan kepada para atlet untuk tetap fokus dan berlatih.
“Mereka harus mengabaikan persoalan KONI dengan tentunya terus semangat. Seperti kemarin, panjat tebing juga demikian, kita sampaikan harus terus berlatih. Oleh karena itu, kita tetap berusaha agar atlet terus fokus,”ujarnya.
Dia berharap, atlet yang ikut Porprov VI Banten dapat kembali membawa nama harum Tangsel. Apalagi, Tangsel menargetkan masuk empat besar dalam kompetisi multi event empat tahunan tersebut.
“Porprov di Kota Tangerang nanti ita target masuk empat besar,”ungkap Wiwi.
Kadispora menambahkan saat ini KONI Kota Tangsel memiliki tugas untuk menyiapkan atlet dan pelatih menghadapi Porprov VI Banten. Sementara pihaknya hanya mengurusi kejuaraan pelajar.
Baca Juga: KONI Tangsel Pastikan Kesiapan Penuh Gelar Porprov Banten VII 2026
“Tapi dengan masalah ini tidak tahu, tahun depan dengan anggaran tahun 2022 karena ada perbedaan penganggaran. Termasuk juga masalah hibah juga kami evaluasi kembali,” tambah dia.
Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Tangsel Agus Salam mewanti-wanti agar para atlet tidak terpangaruh terhadap persoalan KONI. Atlet andalan Tangsel jangan sampai terpapar dan terkontaminasi polemik dan dirinya memastikan upaya pembinaan terus dilakukan sekalipun dengan sederhana.
“Maka kami berharap pemangku kepentingan bidang olah raga segera melakukan penyelesaian jangan sampai berlarut-larut. Ini sudah terlalu lama kami butuh penanganan cepat,” tegasnya.
Agus menyadari mengalami hal yang cukup pahit, jangankan bilang sejahtera hanya sekedar mencukupi kebutuhan nutrisi bagi atlet yang rutin saben pekan latihan empat kali, Selasa dan Rabu mulai pukul 14.00 WIB hingga 17.00 WIB serta Sabtu dan Minggu pagi sampai jam 15.00 WIB tidak mampu. Sementara atlet panjat tebing Tangsel memiliki reputasi baik dan perlu dijaga prestasinya. Walau bagaimanapun ketika memang yang harum adalah nama Tangsel. Termasuk selama latihan memanggil pelatih nasional. Tapi sayang tak mampu membayar.
“Mereka (atlet) butuh nutrisi dan pelatih juga belum dibayar sementara mereka sudah memberikan ilmunya kepada atlet Tangsel. Kami harus berani untuk masalah ini supaya mereka jadi juara. Ini sudah terlalu lama, kami butuh penanganan cepat,” ujarnya. (din/bantennewsnetwork/gatot)
