SATELITNEWS.ID, SERPONG UTARA–Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) targetkan 6.800 vaksin tercapai hari ini, Selasa (15/6/2021). Vaksinasi Covid-19 massal dilakukan oleh Pemkot Tangsel salah satunya digelar di Sport Center Alam Sutera, Kecamatan Serpong Utara.
Mengingat peningkatan Covid-19 terus bertambah, Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengimbau masyarakat untuk mengurangi kegiatan pernikahan dan juga sosial yang mengundang kerumunan.
Benyamin menyampaikan, angka lonjakan kasus covid-19 cukup tinggi di Tangsel dan yang terkonfirmasi paling banyak penularannya adalah cluster keluarga dan cluster perkantoran. Untuk menangani itu, Pemkot melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) sudah menyiapkan 68 persen tempat tidur ICU, 67 persen untuk tempat isolasi, serta sudah ada 22 rumah sakit yang akan dijadikan rujukan covid-19.
Pemerintah Kota Tangsel juga targetkan 6.800 vaksin tercapai pada Selasa (15/6/2021) dengan menggelar vaksinasi di sejumlah tempat. Seperti Sport Center Alam Sutera, Komplek perumahan Batan Indah, Polres Tangsel dan tempat lainnya.
“Dengan kondisi saat ini, saya dan Dinkes sudah mempersiapkan 68 persen tempat tidru ICU serta 67 persen tempat isolasi. Sebanyak 22 rumah sakit rujukan juga sudah bersiap-siap 10-20 persen termasuk RLC,” ujar Benyamin.
Untuk mengantisipasi warganya yang tidak ingin divaksin, Benyamin akan melakukan pendekatan secara emosional dan memberikan edukasi tentang vaksin dan bahayanya Covid-19. Hal yang menjadi fokusnya juga adalah warga yang sudah divaksin sekali namun untuk tahap selanjutnya tidak hadir akan dilakukan kegiatan jemput bola.
Baca Juga: Minimnya Retribusi Sampah Disorot DPRD Tangsel, Ini Kata Benyamin Davnie
“Kalau memang ada warga yang tidak ingin divaksin maka kita akan lakukan penjemputan dan melayani langsung di pusksamas terdekat, karena sudah ada di sertifikatnya untuk datang kembali di waktu dan tempat yang sudah ditetapkan,” tambahnya.
Lonjakan kasus Covid-19 ini diprediksi dari lebaran panjang kemarin, akibat dari banyaknya warga yang kedapatan melakukan mudik secara paksa. Alasan lainnya adalah kurangnya antisipasi protokol kesehatan (Prokes) akibat melandainya kasus Covid-19.
“Ini memang prediksi dari dampak mudik lebaran kemarin dan prokes juga mulai kendor setelah kemarin sempat landai,” tandasnya.
Untuk itu dia menghimbau agar masyarakat melakukan vaksinasi dan mengurangi kegiatan pernikahan serta kegiatan sosial terlebih dahulu. Jika sudah vaksin bukan berarti tidak terpapar Covid-19 tapi tetap patuhi Prokes dan jauhi kerumunan.
“Makanya yang kami minta kepada masyarakat walau sudah divaksin tetap jaga prokes, apalagi yang belum divaksin. Lalu untuk resepsi pernikahan kalau bisa ditunda dulu atau dikurangi pengunjungnya paling tidak 30 persen saja. Untuk kegiatan sosial juga diusahakan tidak menimbulkan kerumunan, sedangkan untuk pelaksanaan shalat Idul Adha masih menunggu informasi dari Menteri Agama,” pungkasnya. (mg4/jarkasih)


















