Selasa, 29 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Warga: TPA Rawa Kucing Bekas Galian Tanah

Oleh Made Nusantara
Jumat, 18 Jun 2021 08:42 WIB
Rubrik Kota Tangerang, Metro Tangerang
Warga: TPA Rawa Kucing Bekas Galian Tanah

BERBINCANG: Salah satu warga RT 4 RW 5, Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari yang bertetangga dengan TPA Rawa Kucing, Nesih (tengah) saat berbincang. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.ID, NEGLASARI—Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing merupakan lokasi pembuangan sampah dari penjuru Kota Tangerang. Berlokasi di Jalan Iskandar Muda, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Neglasari TPA seluas 35 hektare.

1500 ton sampah yang masuk setiap harinya membuat kapasitas TPA ini semakin sempit. Namun dari segala masalah itu, belum banyak masyarakat yang mengetahui sejarah lahirnya TPA Rawa Kucing. Diketahui, kawasan itu mulai dijadikan TPA sejak 1992 silam.  Salah seorang warga yang sedari dulu tinggal di lokasi itu Nesih, warga RT 5 RW 4 Keluarahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari mengatakan tahu betul asal mula lahirnya TPA Rawa Kucing.

Dia menceritakan lokasi yang saat ini menjadi TPA Rawa Kucing itu merupakan bekas galian tambang. Kemudian, mulai menjadi tempat sampah sekira pada medio 1992 tepatnya April.  “Saya inget sekali itu 5 bulan setelah anak pertama saya lahir. Waktu itu lebaran. Awalnya dibuang sampah-sampah bekas lebaran,” ujarnya Rabu, (17/06).

Anak pertama Nesih kala itu lahir pada 27 November 1991. Itu lah yang menjadi patokan Nesih saat bekas galian tambang tersebut menjadi tempat sampah.  “Dulu mah dalem ada kalau 20 meter, luas. Sama anak-anak sama saya juga sering main di galian itu,” kata Nesih.

Dahulu Nesih pun tak mengetahui kalau lokasi itu akan menjadi TPA. Setelah saat itu pun sampah yang entah dari mana asalnya mulai berdatangan ke lokasi tersebut.

“Dulu nggak tau. Setelah itu sampah masuk terus. Kita juga ga ada sosialisasi waktu itu. Pernah waktu itu warga dikasih uang Rp 50 ribu sama biskuit Kong Guan pas lebaran, mungkin itu sosialisasinya setelah itu nggak ada lagi,” ungkap wanita kelahiran 1968 ini.

Baca Juga: Sempat Terbakar, TPS Ilegal di Kecamatan Pinang Ditutup

Sebelum adanya TPA Rawa Kucing, kata Nesih banyak pemukiman warga. Namun, karena kebijakan perluasan TPA Rawa Kucing pemukiman warga pun terus tergusur.  “Dulu mah tetangga kanan kiri banyak. Sekarang sedikit,”katanya.

Kini, Nesih sekeluarga masih tinggal di lokasi yang sama dengan belasan Kepala Keluarga (KK) lainnya. Diketahui, di pemukiman yang Nesih tinggali terdapat 20 bidang lahan dengan belasan KK. Ada yang memang warga setempat dan pendatang.  “Kalau saya kan memang dari lahir di sini. Rumah ini peninggalan orangtua. Sementara yang lainnya itu seperti pak Abeng (warga setempat) dia pedagang dari Jakarta. Yang asli sini istrinya,” kata Nesih.

BeritaTerbaru

Fraksi Demokrat Setujui Perubahan APBD Kabupaten Tangerang 2026, Soroti SiLPA hingga Banjir

Fraksi Demokrat Setujui Perubahan APBD Kabupaten Tangerang 2026, Soroti SiLPA hingga Banjir

Senin, 28 Sep 2026 20:40 WIB
Sampah di Kali Sipon Cipondoh Bak Tak Pernah Berkesudahan

Sampah di Kali Sipon Cipondoh Bak Tak Pernah Berkesudahan

Senin, 28 Sep 2026 19:25 WIB
Bunuh Perempuan Muda di Ruko Cipondoh, Seorang Pria Dibekuk Polisi

Bunuh Perempuan Muda di Ruko Cipondoh, Seorang Pria Dibekuk Polisi

Senin, 28 Sep 2026 18:34 WIB
Maulidur Rasul Fest 1448 H di Citra Raya, Perkuat Masjid sebagai Pusat Peradaban

Maulidur Rasul Fest 1448 H di Citra Raya, Perkuat Masjid sebagai Pusat Peradaban

Senin, 28 Sep 2026 17:26 WIB

Puluhan tahun tinggal di pemukiman itu membuat Nesih kini merasa tak nyaman. Lantaran, sampah TPA Rawa Kucing yang mulai menggerus pemukimannya. Namun, apa mau dikata. Dia ingin pindah kendati tak tahu mau pindah kemana. Pasalnya, Nesih yang hanya seorang istri dari pekerja serabutan hidupnya pun serta terbatas.  “Ada rencana mau digusur dari pemerintah. Kita nunggu itu saja. Nunggu uang gusuran baru kita pindah,” ujarnya.

Sepertinya, keinginan Nesih yang ingin pindah tersebut harus menunggu beberapa tahun lagi. Pasalnya, Pemkot Tangerang baru akan memberikan ganti rugi lahan pada 6 bidang yang terdampak langsung senilai Rp 6 miliar. Atau pada rumah yang paling berdepetan dengan sampah. Sementara rumah Nesih berada di depannya.

Dampak TPA Rawa Kucing terhadap warga setempat, Air tanah tak layak hingga terjangkit berbagai penyakit. Nesih mengungkapkan dirinya lebih banyak mengalami dampak negatif ketimbang positif selama adanya TPA Rawa Kucing. Seperti air. Dahulu Nesih sekeluarga dapat menikmati air bersih bersumber dari tanah. Namun, kini sudah tidak lantaran tercemar.  “Sekarang airnya keruh dan bau. Nggak bisa dipakai untuk mandi karena gatel-gatel. Sekarang kita pake air PAM (dari PDAM Tirta Benteng). Kita bayar sebulan Rp 60 ribu,” katanya.

Air bersih yang dipasok PDAM Tirta Benteng itu datang setiap pagi dan ditampung pada tangki bervolume 2000 liter. Kemudian, disambungkan kepada belasan rumah yang terdapat di pemukiman itu.  Dampak selanjutnya yakni air Lindi atau limbah cair yang berasal dari TPA Rawa Kucing. Air Lindi itu kerab datang, apalagi ketika musim hujan tiba. Air banjir yang melanda berwarna cokelat dan bau.  “Dulu sering masuk ke dalam rumah. Sekarang rumah kita kita semen depannya supaya air gak masuk,” katanya.

Baca Juga: BPBD Kabupaten Lebak Sudah Salurkan 382 Ribu Liter Air kepada Warga

Jaringan drainase yang buruk juga menjadi penyebab air lindi masuk ke dalam pemukiman warga. Saluran drainase di TPA Rawa Kucing tersumbat karena ditumpuki sampah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang sudah melakukan antisipasi dengan membuat tempat penampungan air Lindi.  Air yang tertampung itu lalu disedot menggunakan mesin kemudian disalurkan ke Instalasi Penampungan Air Limbah (IPAL). Namun upaya tersebut dirasa kurang maksimal.

“Kalau ujan gede tetap saja meluber airnya,” kata Nesih.  Penderitaan warga tak henti sampai disana saja. Warga kerab terjangkit berbagai penyakit. Mulai dari penyakit kulit hingga ISPA.  “Bau banget di sana. Apalagi kalau hujan dan sampahnya dikeruk. Belum lagi banyak lalat. Paling antisipasinya pakai pewangi ruangan. Terus juga sering sakit, saudara saya kena paru, gatel-gatel lebih sering,” jelas Nesih.  Kini, Nesih berharap Pemkot Tangerang segera memberikan solusi terbaik bagi mereka. Pasalnya, mereka sudah tak nyaman lagi bermukim di lokasi tersebut. Mengingat, dampak negatif yang dirasakan sudah terlalu parah. (irfan/made)

Tags: air bersihbekas galian tambangdlh kota tangerangpdam tirta bentengtpa rawa kucing
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Antisipasi Banjir, Pemkot Tangerang Terus Normalisasi Sungai
Headline

Antisipasi Banjir, Pemkot Tangerang Terus Normalisasi Sungai

Senin, 28 Sep 2026 17:21 WIB
Hujan Tak Kunjung Turun, 300 KK di Sodong Tigaraksa Krisis Air Bersih
Kabupaten Tangerang

Hujan Tak Kunjung Turun, 300 KK di Sodong Tigaraksa Krisis Air Bersih

Senin, 28 Sep 2026 17:07 WIB
Buka Porsadin VII Kabupaten Tangerang, Bupati Dorong Santri Berprestasi
Kabupaten Tangerang

Buka Porsadin VII Kabupaten Tangerang, Bupati Dorong Santri Berprestasi

Senin, 28 Sep 2026 16:59 WIB
Tahun Depan, Pemkot Tangsel Tetap Anggarkan Gaji 6.000 Lebih PPPK
Kota Tangsel

Minimnya Retribusi Sampah Disorot DPRD Tangsel, Ini Kata Benyamin Davnie

Senin, 28 Sep 2026 16:19 WIB
Tahun Depan, Pemkot Tangsel Tetap Anggarkan Gaji 6.000 Lebih PPPK
Kota Tangsel

Tahun Depan, Pemkot Tangsel Tetap Anggarkan Gaji 6.000 Lebih PPPK

Senin, 28 Sep 2026 16:08 WIB
Bantuan Modal Usaha Rp20 Juta, 102 Calon Penerima Diverifikasi Dinsos Kota Tangerang
Kota Tangerang

Bantuan Modal Usaha Rp20 Juta, 102 Calon Penerima Diverifikasi Dinsos Kota Tangerang

Senin, 28 Sep 2026 15:40 WIB
Selamat dan Sukses Wisudawan wisudawati Universitas Muhammadiyah Tangerang
Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni
Pajak Daerah BAPENDA Tangerang Selatan
Selamat Memperingati HARHUBNAS 2026 DinHub Kab Tangerang

Berita Pilihan

Remaja Perempuan Tangsel Disekap Lima Hari di Jakarta Timur

Remaja Perempuan Tangsel Disekap Lima Hari di Jakarta Timur

Kamis, 24 Sep 2026 08:13 WIB
Guru SDN Rajeg V Bawa Program Gerakan Bebas Mengajar di Lomba Kanvas Gemilang 2026

Guru SDN Rajeg V Bawa Program Gerakan Bebas Mengajar di Lomba Kanvas Gemilang 2026

Rabu, 23 Sep 2026 16:19 WIB
Indonesia vs Malaysia, Demi Ambisi dan Gengsi

Indonesia vs Malaysia, Demi Ambisi dan Gengsi

Minggu, 27 Sep 2026 21:41 WIB

Pemilahan Sampah Meluas, Infrastruktur Jadi Penentu

Kamis, 24 Sep 2026 12:11 WIB
EVAKUASI : Masyarakat dan polisi melakukan evakuasi terhadap jenazah JN. (ISTIMEWA)

Jasad Mengapung di Pantai Labuan Pandeglang Dipastikan Bukan Korban Kapal Arupadhatu 1

Senin, 28 Sep 2026 11:05 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.