SATELITNEWSA.ID, CIPUTAT—Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan menggelontorkan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp32 miliar untuk kantong jenazah dan peti serta ambulans. Diketahui, saat ini jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia di daerah itu mengalami peningkatan cukup signifikan.
Bahkan pantauan wartawan di Tempat Pemakaman Khusus jenazah Covid-19 Jombang Ciputat, Selasa (06/7/2021), antrean ambulans Jenazah pasien Corona mengular. Suara sirine mobil jenazah terus terdengar melintasi RT 06/010, Jombang.
Mobil harus antre karena jumlah jenazah yang harus dimakamkan dalam waktu yang bersamaan sangat banyak. Sepekan terakhir rata-rata angka pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Jombang mencapai 40 kali per hari.
“Saya sehari bisa bawa jenazah covid lima sampai enam kali,” kata Sofyan Oge, supir ambulans di lokasi.
Dia mengaku dirinya setiap hari harus bertugas hingga larut tengah malam. Ia datang dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya untuk membawa jenazah yang terkonfirmasi positif Covid-19. “Ada sekitar 15-an ambulans deh yang tiap hari ditugasin bawa jenazah covid,” jelasnya.
Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mengatakan, pihaknya tengah berkomunikasi secara intensif dengan pihak penyedia kantung jenazah dan peti mati.
Baca Juga: Polisi Temukan Gudang Miras di Pasar Cimanggis, Pemkot Tangsel Diminta Tegas
“Dana BTT yang eksisting Rp4,7 miliar, kelebihan dana bagi hasil Rp28 miliar. Jadi ada sekitar Rp32 miliar. Kantung jenazah dan peti serta ambulansce, untuk ambulansce kita menambah mobil-mobil untuk kita alih fungsi jadi ambulansce, luxio dan hiace,” ujarnya.
Pihaknya telah menyiapkan anggaran BTT untuk penanganan Covid-19 di wilayahnya. “Ada dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dua unit, Dinas Pariwisata satu unit, kurang lebih enam unit mobil untuk dialih fungsikan. Peti mati dan kantung jenazah kita kerjasama dengan penyedia secara intensif, pokoknya pasti kami bayar,” tandasnya. (mg4/jarkasih)

















