SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Seorang Psikolog yang juga anggota DPRD Pandeglang dari Fraksi Partai Gerindra, Rika Kartikasari mengaku, belum bisa memastikan ketiga gadis dibawah umur yang menjadi korban pemerkosaan itu mengalami trauma.
Karena katanya, tak mudah begitu saja mendiagnosa trauma terhadap seseorang, termasuk ketiga gadis dibawah umur korban pemerkosaan itu. Namun harus ada pemeriksaan, dan ada alat khusus yang dapat mengetahui trauma dan tidaknya.
“Nggak gampang men diagnosa seseorang trauma atau tidak. Karena, pemeriksaan trauma itu nggak sembarangan. Ada alat ukurnya, khusus,” kata Rika, Rabu (14/7/2021).
Menurutnya, bisa saja ketiga korban pemerkosaan itu hanya mengalami depresi, takut dan cemas. Namun klaim semua itu juga, harus atas dasar pemeriksaan terlebih dahulu.
“Happy kemungkinan nggak, tapi belum tentu trauma. Bisa saja depresi, bisa takut, atau cemas. Semua harus melalui pemeriksaan,” tandasnya.
Ia juga berjanji, bakal menemui para korban pemerkosaan tersebut. Hanya saja langkahnya sebagai psikolog, masih menunggu laporan kebutuhannya apa saja dari pihak Pekerja Sosial (Peksos), yang saat ini masih melakukan pemeriksaan.
Baca Juga: Sidak WP, DPRD Pandeglang Canangkan Revisi Perda Pajak Daerah
“Sejauh ini sudah koordinasi dengan pihak-pihak terkait, dan masih tahap untuk pemeriksaan Peksos. Iya, nunggu Peksos. Karena kebutuhannya diperiksa apa,” pungkasnya.
Ditambahkannya, ia juga membuka ruang dan bakal memberikan informasi perkembangan hasil pemeriksaan yang dilakukannya terhadap para korban tersebut.
“Kalau butuh info yang sudah saya tangani, kabari saja,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, kondisi tiga anak di bawah umur korban pemerkosaan sudah mulai membaik, setelah sempat mengalami trauma. Ketiganya sudah bisa diajak berkomunikasi. Itu terlihat, ketika petugas Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Pandeglang, berkunjung ke rumah ketiganya, Selasa (13/7/2021) lalu.
“Alhamdulillah, mereka sekarang sudah lebih tenang, sudah bisa diajak berkomunikasi juga. Bahkan menceritakan kisah pilu yang menimpanya itu, kepada kami,” kata Enong Iroh Rohayah, Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP2KBP3A Pandeglang, Selasa (13/7/2021). (nipal/mardiana)
























