SATELITNEWS.ID, LARANGAN–Abon biasanya terbuat dari daging sapi atau ayam. Namun di tangan Widiawati, abon dapat dibuat dari daging ikan lele. Selain kaya akan gizi dan omega 3, rasanya juga lezat. Manis, gurih dan tidak amis.
Widiawati merupakan warga Jalan Chairil Anwar Gang Perintis RT 001 RW05 no.11 Kelurahan Kreo Kecamatan Larangan Kota Tangerang. Wanita berusia 53 tahun itu merupakan pemilik merk dagang Abon Widi.
Dia membuat abon lele setelah mengikuti pelatihan dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang. Pada Akhir bulan Oktober 2018, Widiawati membuat abon lele untuk pertama kalinya.
Dia menjelaskan, selain menggunakan bahan baku ikan lele, abon ini juga memiliki dua varian rasa. Yakni abon rasa gurih atau abon yang tidak menggunakan cabai dan abon rasa pedas dengan menggunakan tambahan cabai.
Abon ini sendiri dibuat untuk menyasar konsumen yang menyukai makanan gurih. Abon lele biasanya disajikan sebagai lauk bersama nasi atau ditambahkan pada mie.
“Keunggulan dari abon lele adalah mempunyai nilai gizi yang tinggi serta mengandung omega 3. Kandungan yang terakhir sangat bagus untuk dikonsumsi anak-anak karena mempengaruhi proses perkembangan otak,”ungkap Widiawati.
Proses membuat Abon Lele tidak jauh berbeda dengan abon kebanyakan. Yang perlu dipersiapkan adalah bahan baku 1 kg lele yang telah dibersihkan dengan air mengalir, lalu lele dicampur dengan daun jeruk agar tidak berbau amis, bawang merah dan putih, gula merah, garam secukupnya dan minyak goreng.
Setelah bahan baku siap, selanjutnya lele dikukus selama lebih kurang 30 menit. Lele kemudian ditiris dan di-fillet (pisahkan daging ikan lele dari kepala, kulit, dan duri) setelah selesai kemudian daging diperiksa kembali tujuannya agar daging lele sudah benar-benar bebas dari duri, kepala dan kulitnya. Selanjutnya meracik bumbu, yaitu bawang putih, gula merah dan garam dihaluskan lalu dicampurkan menjadi satu.
“Setelah itu kemudian masuk pada proses penggorengan, dan proses spiner,” tuturnya.
Harga abon dari ikan lele ini tidak jauh berbeda dari harga abon berbahan daging sapi. Untuk kemasan kecil sis 100 gram, abon lele Widi dibanderol 25 ribu rupiah.
Widiawati mengaku hanya mengeluarkan modal sebesar 5 juta rupiah untuk membuat dan memasarkan abon lelenya. Saat ini, dia mampu meraih omzet sebesar 2 juta rupiah per minggu.
Dia mengatakan, produk buatannya sudah dijual ke Jabodetabek. Pemasaran Abon Widi dilakukan melalui berbagai cara. Mulai dengan melalukan penjualan langsung melalui whatssap, memakai media sosial Insagram hingga e-commerce.
“Pemasaran masih lingkup Jabodetabek, saya ingin lebih luas lagi. Untuk itu pemasaran engga hanya via WA dan instagram tapi kita juga ada di e-commerce,” pungkasnya. (mg3)