SATELITNEWS.ID, CIPUTAT—Mobilitas masyarakat Kota Tangerang Selatan turun 25 persen sejak diberlakukannya Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Tangsel merupakan daerah yang mampu menekan laju mobilitas masyarakat paling tinggi se-Banten.
Hal itu diungkapkan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie setelah melakukan rapat evaluasi PPKM Darurat bersama dengan jajarannya di Rumah Dinas Wali Kota Tangerang Selatan pada Jumat, (16/7/2021).
“Hasil dari evaluasi bersama Menko pak Luhut Pandjaitan, Tangsel menurun 25,7 persen. Targetnya sih 50 persen tapi Tangsel masuk urutan tertinggi se-Provinsi Banten. Menurut data, Kabupaten atau Kota yang lain masih di bawah 25 persen,”ujar Benyamin.
Benyamin mengatakan, PPKM Darurat sangat berpengaruh terhadap menurunnya mobilitas di Tangsel. Dia juga menyampaikan sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah DKI Jakarta untuk bekerjasama dalam pelaksanaan PPKM Darurat. Terutama terkait mobilitas para pekerja dari Tangsel ke DKI Jakarta.
“Dengan adanya PPKM Darurat ini kami sudah koordinasi dengan pihak DKI Jakarta salah satunya bekerjasama dalam hal penyekatan. Kami meminta agar kantor di DKI Jakarta ditutup sehingga masyarakat yang bekerja dan harus lewat wilayah Tangsel bisa menjalankan PPKM Darurat dengan taat. Gubernur DKI Jakarta Pak Anies Baswedan sedang gencar melakukan penyekatan juga,”jelasnya.
Meskipun laju mobilitas masyarakat Tangsel sudah dinyatakan menurun hingga 25 persen, angka penularan Covid-19 masih dalam keadaan yang mengkhawatirkan. Pada pada Kamis (15/7/2021) diketahui yang terpapar Covid-19 sebanyak 548 orang di Tangsel. (mg4)