SATELITNEWS. COM, TANGSEL-Seorang bocah berinisial R (11) meninggal dunia diduga akibat tersetrum listrik tiang PJU Tangsel Terang pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, menjelang waktu Maghrib. Peristiwa nahas itu terjadi di wilayah Kampung Koceak, RT 02 RW 01, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan.
Ketua RT 02, Muhamad Saat (60), membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, korban saat itu berusaha mengambil layangan yang tersangkut di kabel dengan cara memanjat tiang penerangan jalan umum (PJU).
“Iya betul, kejadiannya menjelang Maghrib kemarin sekitar pukul 17.30 WIB. Dia mengejar banyak anak bersama teman sebayanya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, korban diduga tersetrum ketika memanjat tiang PJU berwarna hitam milik program Tangsel Terang yang berada di lokasi.
“Jadi dia nguber layangan ngangkut di kabel, dia naik ke tiang listrik. Memang kebetulan tiang listriknya sudah ada setrumnya, kena itu. Itu tiang listrik PJU Tangsel Terang yang kecil hitam,” paparnya.
Usai kejadian, keluarga sempat membawa korban ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Baca Juga: Dishub Tangsel Siapkan Sanksi Gembos Pentil untuk Parkir Liar di Trotoar
“Sempat dibawa ke puskesmas setelah kejadian, tapi dinyatakan meninggal dunia,” ungkapnya.
Jenazah korban kemudian dimakamkan pada, Kamis pagi. Warga sekitar berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan meminta adanya pemeriksaan terhadap instalasi tiang PJU di lingkungan tersebut.
Menanggapi insiden tersebut, Pemkot Tangsel berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan fasilitas publik.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan menyampaikan turut berduka cita atas musibah yang terjadi dan telah memberikan pendampingan kepada keluarga korban sejak awal kejadian hingga proses pemakaman.
Menurut Pilar, berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan dan pihak Puskesmas yang menangani kejadian tersebut, korban diduga tersengat listrik saat memanjat tiang PJU untuk mengambil layangan pada sore hari. Warga sekitar disebut sempat melihat korban berada di atas tiang sebelum insiden terjadi.
“Kami juga sudah dapat informasi dari Dinkes khusus nya Puskesmas yang menangani saat kejadian memang ada beberapa hal yang berkaitan terkait tersengat listrik yang terjadi pada saat itu ada warga yang melihat di sore hari pada saat mengambil layangan menaiki tiang PJU,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Baca Juga: Dishub Tangsel Siapkan Penataan Jalan Menyempit di Serpong
Meski menyebut kejadian itu sebagai musibah, Pilar menegaskan insiden tersebut harus menjadi bahan evaluasi penting bagi seluruh pihak, khususnya terkait standar keamanan fasilitas umum di ruang publik.
“Tentu ini menjadi evaluasi untuk kita semua dan saya juga sampaikan kepada Dishub untuk terus memperhatikan terkait teknis,” katanya.
Pilar menegaskan, meskipun tiang PJU bukan diperuntukkan untuk dipanjat, pemerintah tetap harus meningkatkan langkah antisipasi dan pengamanan agar lebih aman bagi masyarakat, terutama anak-anak.
“Walaupun memang namanya tiang PJU bukan untuk dipanjat, antisipasi ke depan menjadi evaluasi penting nanti secara teknis disampaikan Dishub. Ini mudah-mudahan menjadi evaluasi untuk kita semua supaya lebih ditingkatkan lagi, apek keselamatan harus diutamakan,” pungkasnya. (eko)

















