SATELITNEWS.ID, SERANG–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang, membutuhkan anggaran Rp 10 Miliar sampai Rp 13 Miliar per zona, untuk pembangunan Stasiun Peralihan Antara (SPA) atau tempat pengolahan sampah. Rencananya, SPA tersebut akan dibangun di empat lokasi.
Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan dan Persampahan DLH Kabupaten Serang, Toto Mujiyanto mengatakan, saat ini progres pembangunan SPA tersebut baru selesai pengadaan tanah. Dari empat lokasi yang akan dibangun, saat ini baru tiga yang pengadaan lahannya sudah selesai.
“Kita baru ada tiga zona di Utara, Timur dan Selatan. Lahan yang akan digunakan untuk SPA, masing-masing sekitar 3.500 meter persegi,” kata Toto, Senin (26/7/2021).
Katanya, pembangunan SPA ini diharapkan dapat terealisasi pada tahun 2022 mendatang. Adapun untuk anggarannya, jika mengacu pada rencana awal, maka kebutuhan anggaran untuk pembangunan SPA tersebut mencapai Rp 10 Miliar sampai Rp 13 Miliar, sesuai luas tanah.
“Saat ini, rencana pembangunan SPA masih dilanjutkan. Mudah-mudahan, tahun 2022 kita kebagian anggaran,” tandasnya.
Namun pihaknya menargetkan pembangunan, minimal bisa terealisasi untuk satu zona dulu. Mengingat, anggaran yang ada sangat terbatas. Sebab jika membangun tiga zona sekaligus, anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 30 Miliar.
“Kalau mau dianggarin semua, kebutuhannya Rp 30 Miliar. Kita kan masih defisit anggarannya. Makanya, kalau dapat satu saja sudah bersyukur,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan, pembangunan diutamakan untuk wilayah yang volume sampahnya banyak. Kita rembukan dulu dengan pimpinan. Anggaran juga belum jelas. (sidik/mardiana)