SATELITNEWS.ID, TANGERANG—SDN Cikokol 3 Kota Tangerang tetap mempersiapkan diri untuk menghadapi pembelajaran tatap muka (PTM). Pihak sekolah menyiapkan sarana prasarana kesehatan serta melakukan penyemprotan disinfectant setiap bulannya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN Cikokol 3 Abdul Rahman mengatakan meski rencana tatap muka yang diselenggarakan Juli diundur karena kasus Covid-19 melonjak lagi, namun sekolah telah menyediakan sarana prasarana kesehatan.
“Sebulan sekali penyemprotan. Kalau nggak gitu perawatan akan jadi masalah, buat menjaga kesehatan kita. Kami sudah buatkan wastafel cuci tangan 10 bak kurang lebih,”ujar Abdul Rahman, Senin (26/7/2021).
Abdul Rahman menambahkan, sebanyak 27 guru SDN Cikokol 3 sudah selesai mengikuti vaksinasi hingga tahap 2. Meski demikian, ada guru yang belum divaksin karena terkendala penyakit lain.
“Ada beberapa orang guru yang tidak bisa divaksin karena sakit. Ada yang gula atau tensi darah tinggi. Ada 27 guru sudah divaksin semua sampai tahap 2. Meskipun sudah divaksin, kami tetap akan melakukan protokol kesehatan. Para guru kami minta memakai masker dobel,”ungkap Abdul Rahman.
Abdul Rahman menjabat sebagai Plt Kepala SDN Cikokol 3 pada bulan April 2020 lalu. Dia kemudian melakukan perbaikan di sekolah serta membangun sarana prasarana untuk anak-anak menuju pembelajaran tatap muka.
“Melihat kondisi sekolah saat ini banyak pekerjaan rumah yang harus saya selesaikan. Saya mengeramik depan sepanjang 32 meter, memperbaiki atap-atap sekolah yang sudah pada rusak ada yang hilang sebanyak 15, pada pecah itukan dapat merusak sekolah. Memperbaiki gazebo, greenhouse, tempat parkir saya bangun, membuat panggung kreasi. Saya pasang Wifi, CCTV kemarin terakhir saya memperbaiki toilet, pengecatan sekolah dan memasang pagar atas lantai 2,”ujarnya.
Menurutnya, sarana dan prasarana penting demi menjaga kenyamanan dan fasilitas yang memadai di era pandemi Covid-19. Itu terbukti dengan tingginya angka pendaftar pada PPDB tahun 2021. Sebanyak 130 orang mendaftarkan diri di sekolah tersebut. Padaha kuotanya hanya 96 anak.
“96 siswa dibagi atas 3 rombongan belajar. Per rombel di sini penuh oleh 32 siswa,”tandasnya. (mg1)