Rabu, 15 Juli 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Dibangun Relawan dari Donasi, Permudah Akses Masyarakat

Melihat Jembatan Gantung Untuk Warga Perbatasan Tangerang-Serang

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Selasa, 27 Jul 2021 09:22 WIB
Rubrik Headline, Kabupaten Tangerang
Dibangun Relawan dari Donasi, Permudah Akses Masyarakat

JEMBATAN GANTUNG: Relawan VRI melakukan pembangunan jembatan untuk warga di Desa Carenang Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang dan Desa Gunung Kaler Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang. (IRFAN MAULANA/SATELIT NEWS.ID)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

Sudah bertahun-tahun warga di Desa Carenang Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang dan Desa Gunung Kaler Kecamatan Gunung Kaler Kabupaten Tangerang tak merasakan jembatan.  Untuk berlalu-lalang, mereka harus menggunakan perahu eretan melintasi Sungai Cidurian yang menjadi pembatas kedua wilayah itu atau melalui jembatan yang lokasinya sangat jauh. Namun, kini warga dapat tersenyum dengan pembangunan jembatan gantung yang akan segera rampung.

IRFAN MAULANA, Gunung Kaler

Jembatan menjadi akses vital masyarakat yang seharusnya difasilitasi oleh Pemerintah. Melalui jembatan sebagai penghubung, masyarakat yang dibatasi dengan jurang atau sungai dapat melakukan aktivitas kehidupannya. Mulai dari aktivitas sosial hingga perputaran ekonomi.

Kendati demikian, hal tersebut sudah bertahun-tahun tak dinikmati oleh masyarakat pelosok di perbatasan Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang tersebut. Biasanya, mereka mengandalkan perahu eretan untuk berlalu-lalang melintasi Sungai Cidurian yang menjadi pembatas kedua wilayah itu.

Melalui perahu itu, warga dapat membawa berbagai barang. Mulai dari hasil tani hingga motor. Pemilik perahu eretan pun tak mematok harga untuk sekali menyebrang sungai.

“Bayar seikhlasnya sih,” ujar salah satu warga Desa Carenang, Risan kepada Satelit News, Minggu (25/07/2021).

Baca Juga: Ratusan Pekerja Rentan di Kabupaten Serang Mendapat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Risan saat itu hendak menyeberang sungai membawa bibit padi yang ia peroleh dari Desa Gunung Kaler. Padi tersebut akan dia tanam di lahan sawahnya di Desa Carenang. Sekarung bibit padi itu dia bawa menggunakan sepeda motor.

Sebenarnya kata Risan terdapat jembatan yang menghubungkan kedua wilayah itu. Namun, lokasinya lumayan jauh sekira 3 kilometer dari jembatan gantung. Jembatan itu terbuat dari kayu hasil gotong royong warga setempat.

BeritaTerbaru

Lapak Limbah Terbakar, Rumah Ikut Hangus di Sepatan Timur Tangerang

Lapak Limbah Terbakar, Rumah Ikut Hangus di Sepatan Timur Tangerang

Senin, 13 Jul 2026 19:45 WIB
Merawat Warisan Leluhur, 341 Tahun Kasepuhan Cisitu Lebak Menjaga Hasil Bumi

Merawat Warisan Leluhur, 341 Tahun Kasepuhan Cisitu Lebak Menjaga Hasil Bumi

Senin, 13 Jul 2026 18:59 WIB
Anggaran Minus, Kemenag Kota Tangerang Belum Bisa Bayar Tunjangan Guru PAI PPPK

Anggaran Minus, Kemenag Kota Tangerang Belum Bisa Bayar Tunjangan Guru PAI PPPK

Senin, 13 Jul 2026 18:39 WIB
Cuaca Kota Tangerang Diprakirakan Masih Cerah Sepekan Mendatang

Cuaca Kota Tangerang Diprakirakan Masih Cerah Sepekan Mendatang

Senin, 13 Jul 2026 17:52 WIB

“Baru setahunan itu dulu sama warga dibuat pas lurah yang dulu,” kata Risan.

Jembatan tersebut memiliki panjang sekira 20 meter dengan lebar dua meter setengah. Lebar itu pas untuk dilewati oleh mobil. Kendati begitu, hanya sepeda motor yang dapat melintas. Khawatir, bila mobil yang melintas tidak akan dapat menopang bebannya.

Masyarakat pun turut waspada bila melintasi jembatan itu. Pasalnya sebagai kayu yang digunakan sebagai alas sudah mulai copot. Selain itu, terdapat pula jembatan beton. Namun lokasinya lebih jauh lagi. Sekitar 7 kilometer dari jembatan gantung.

“Kalo pakai eretan warga di sini lebih cepat aktivitasnya. Karena kan bukan petani saja. Tapi juga warga yang kerja di pabrik-pabrik,” tutur Risan.

Baca Juga: Bongkar Pabrik Uang Palsu di Serpong, Polisi Buru God Hand

Menggunakan perahu eretan pun menjadi dilema pula bagi warga dua wilayah itu. Mereka pun was-was dengan deras air sungai Cidurian. Terlebih di musim hujan. Mau tak mau, mereka harus menggunakan jembatan yang lokasinya lebih jauh itu.

“Kalau yang sudah biasa mah biasa saja. Tapi memang kalau arusnya deras nggak bisa dipakai,” kata Risan.

Mereka juga tidak bisa 24 jam menggunakan jasa itu. Perahu eretan hanya beroperasi dari pagi hingga sore. Sehingga, bila ada keperluan pada malam hari maka warga terpaksa menggunakan akses yang lebih jauh. Belum lagi kondisi penerangan jalan yang minim. Membuat mereka harap-harap cemas.

Kini warga dua wilayah itu dapat tersenyum. Pasalnya, VRI beserta relawan yang tergabung segere merealisasikan jembatan gantung untuk menghubungkan aktivitas dua warga di dua wilayah tersebut.

“Terima kasihlah untuk jembatan ini untuk penyeberangan. Kalo malam tadinya harus muter sekarang kalau sudah ada jembatan, Alhamdulilah. Bisa gerak cepat,” kata Risan.

Relawan dari Vertical Rescue Indonesia (VRI) bekerja sama dengan Kodam III Siliwangi kini sedang membangun jembatan untuk warga di dua wilayah itu. Nampak pembangunan jembatan gantung sepanjang 100 meter yang sudah dilakukan sejak tiga pekan lalu itu akan segera rampung.

“Jembatan ini program lanjutan kerja sama dengan Kodam III Siliwangi, yang dinamai Jembatan siliwangi. sekarang sudah jembatan Siliwangi 6,” kata salah satu relawan Vertical Rescue Indonesia, Dadan Ridwan Hamdani.

Pria asal Bandung ini menjelaskan awalnya VRI mendapat informasi soal desa pelosok yang minim akses. Terutama jembatan. Hal itu pun langsung mendorong VRI untuk membangun jembatan melalui donasi.

“Awalnya ini jembatan dibangun dapat informasi dari warga yang membutuhkan sekali jembatan. Kita langsung tinjau lokasi dan benar. Kebetulan juga ada donatur dari Yayasan Bunda Suci (yayasan kemanusiaan),” kata dia.

Warga pun antusias. VRI bersama relawan lainnya pun mendapat bantuan warga dalam proses pembangunannya. Ditargetkan jembatan ini akan rampung dalam waktu dekat.

“Karena ini non pemerintah yah. Jadi mereka (warga) antusias. Kami juga dibantu dengan relawan yang lain. Jembatan ini dua atau tiga hari lagi selesai. Kondisi sekarang ini 90 persen,” katanya.

Dadan mengungkapkan kegiatan ini merupakan program VRI yakni ekspedisi seribu jembatan gantung untuk Indonesia. Artinya pembangunan jembatan tak hanya dilakukan di lokasi tersebut saja. Melainkan di seluruh Indonesia.

“Kebetulan yang di Carenang ini (Perbatasan Tangerang-Serang) jembatan yang ke- 126. Dan untuk di Banten kita sudah bangun 9 jembatan gantung. Untuk program ini sudah di 16 provinsi,” katanya.

Ridwan berharap pembangunan jembatan yang dilakukan ini dapat membuat kehidupan warga menjadi lebih baik. Terutama dalam melakukan aktivitas sosial, kemanusiaan hingga perputaran ekonomi mereka dapat lebih maksimal. (*)

Tags: Desa CarenangKabupaten Serangmusim hujanpabrik
Share1TweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

MENUNJUKKAN SURAT : Seorang warga Pandeglang yang dijanjikan mendapat pembangunan RTLH menunjukkan surat rencana pembangunan kepada wartawan di Pokja Wartawan Provinsi Banten, Senin (13/7/2026). (ISTIMEWA)
Banten Region

Datangi Pemprov Banten, Warga Pandeglang Pertanyakan Kejelasan Pembangunan RTLH

Senin, 13 Jul 2026 17:35 WIB
Gubernur Andra Soni Bakal Evaluasi Jurusan SMK
Edukasi

Gubernur Andra Soni Bakal Evaluasi Jurusan SMK

Senin, 13 Jul 2026 15:53 WIB
Banten Region

Tradisi “Rebutan” Bangku Warnai Hari Pertama Sekolah di Cikulur Lebak

Senin, 13 Jul 2026 14:32 WIB
Headline

Hari Pertama Sekolah di Tangsel, Orang Tua Rela Izin Kerja hingga Libur Dagang Demi Antar Anak

Senin, 13 Jul 2026 09:17 WIB
Aksi Pencurian Sepeda Motor Terjadi di Showroom di Cibodas Tangerang
Headline

Aksi Pencurian Sepeda Motor Terjadi di Showroom di Cibodas Tangerang

Minggu, 12 Jul 2026 19:04 WIB
MENINJAU SPMB : Gubernur Banten Andra Soni (kiri), meninjau pelaksanaan SPMB beberapa waktu lalu, di Kabupaten Lebak. Hingga saat ini, orang nomor satu di Banten belum melakukan tindakan, terkait banyak temuan pelanggaran pada proses tersebut. (ISTIMEWA)
Banten Region

LIPP Banten Desak Gubernur Andra Segera Evaluasi SPMB 2026

Minggu, 12 Jul 2026 17:02 WIB
UMN HUT Satelit News 2026
SARI ASIH Tangerang HUT Satelit News 2026
PARTAI DEMOKRAT DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
FRAKSI PDI P DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPORABUDPAR Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPERINDAG Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISHUB TANGSEL HUT Satelit News 2026
DINSOS Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
Dinas PERKIM Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
BPBD Kota Tangerang HUT Satelit News 2026
PORDA XII PEPARPEDA IX Kota Cilegon
PT LKM WTP KAB TANGERANG
WTP Kab Tangerang

Berita Pilihan

Kandang Ayam Dekat Permukiman, Warga Perumahan Alam Serua 2 Protes

Polemik Kandang Ayam di Ciputat, Satpol PP Panggil Semua Pihak

Senin, 13 Jul 2026 20:51 WIB
Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan, Ayep Jajat Sudrajat menjelaskan tentang bus sekolah gratis. (EKO SETIAWAN/SATELIT NEWS)

Demi Bus Sekolah Gratis, Dishub Tangsel Geser Anggaran Rp400 Juta

Minggu, 12 Jul 2026 16:56 WIB
Prabowo Sebut BUMN Sumber Korupsi

Prabowo Sebut BUMN Sumber Korupsi

Minggu, 12 Jul 2026 17:41 WIB
Sachrudin Kembali Ingatkan OPD Percepat Pelaksanaan Program Kerja

Sachrudin Kembali Ingatkan OPD Percepat Pelaksanaan Program Kerja

Selasa, 14 Jul 2026 15:41 WIB
DIAMANKAN - Dua pemuda berinisial MF (21) dan TM (19), diamankan dari sebuah rumah di Kampung Kesampangan, Desa Cigelam, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang. Keduanya, diduga menjadi pengedar narkotika jenis tembakau sintetis. (ISTIMEWA)

Dua Pria Terduga Pengedar Tembakau Sintetis Diringkus Di Ciruas Serang

Senin, 13 Jul 2026 17:22 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.