SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Menempuh pendidikan dengan jalur beasiswa adalah cita-cita banyak orang. Namun tidak semua bisa mendapatkan kesempatan itu. Sebab, bukan perkara mudah untuk meraihnya.
Mesi Shinta Dewi merupakan salah satu di antaranya. Kepala Seksi Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang ini berhasil menempuh pendidikan tinggi melalui jalur beasiswa. Upayanya meraih beasiswa melalui seleksi yang menantang hingga akhirnya meraih gelar Doktor Ilmu Lingkungan.
Mesi menceritakan, pendidikan melalui beasiswa merupakan cita-citanya sejak kecil. Senang mempelajari sesuatu yang baru dipadu dengan mimpi untuk melihat dunia.“Lewat beasiswa kedua hal tersebut bisa saya raih,”ujarnya belum lama ini.
Pada tahun 2013 saat itu belum lama menjabat sebagai Kasubid Pengawasan Lingkungan Hidup di BPLH Kota Tangerang. Pimpinannya kala itu meminta untuk mempertimbangkan kembali rencana tugas belajar namun harus melepaskan jabatan saat itu.
“Melihat persyaratan batas usia untuk mendapat beasiswa S3 adalah 40 tahun, sementara saat itu saya 6 bulan lagi akan memasuki usia 40. Maka saya berpikir, it’s now or never. Kalau tidak sekarang ambil kesempatan, saya tidak akan pernah bisa mengambil jenjang doktoral,”ujarnya.
“Memang bisa saja ambil S3 dengan biaya sendiri, tapi saya bukan orang berada sementara saya paham biaya studi S3 itu sangat besar. Jadi kemungkinan saya tidak akan pernah ambil S3 tanpa dana beasiswa,” sambungnya.
Sebelum dinyatakan lulus beasiswa LPDP, Mesi melalui proses seleksi cukup menantang mulai seleksi administrasi, interview dengan profesor dari bidang keilmuan yang dipilih, dan juga psikolog yang akan menilai kesiapan mental calon penerima beasiswa LPDP. Terakhir adalah seleksi berupa training edukasi dan kemiliteran yang dilatih oleh TNI di Rindam Jaya. “Buat ibu-ibu dengan usia hampir 40 tahun, sederetan seleksi tersebut cukup berat,” ungkapnya.
Sebelum meraih beasiswa S3 Ilmu Lingkungan dari Universitas Indonesia, Mesi pernah meraih berbagai beasiswa mulai dari ITB Bandung hingga di perguruan tinggi Eropa seperti di Norwegia dan Belanda.
Pengalamannya meraih beasiswa dibagikan kepada generasi muda yang terus bersemangat menimba ilmu. “Tips utama, jangan bosan coba daftar ikut seleksi. Kalau di tips pertama saja udah gagal maka tips berikutnya tidak berguna lagi,” tegasnya.
Kelengkapan administrasi seperti fotokopi ijazah dan sertifikat bahasa harus selalu punya. “Cek apakah sudah expired belum untuk sertifikat kemampuan bahasa TOEFL atau IELTS. Karena ada validity periodenya,”katanya.
Menurutnya, seringkali pengumuman kesempatan pendaftaran dalam rentang waktu yang tidak terlalu panjang deadlinenya. ”Kalau tunggu ada pengumuman baru mengurus ini itu, bisa terlewati deadlinenya,”ungkapnya.
Lanjutnya, pemberi beasiswa biasanya mencari kandidat yang saat lulus akan memberikan manfaat bagi orang banyak. “Maka yang harus diperhatikan pada saat menulis essay dan wawancara pilih jurusan yang sesuai dengan pekerjaan. Atau aktivitas kita saat ini karena hal itu menunjukkan bahwa kita punya kompetensi memadai pada bidang tersebut,”ujarnya. (made)