SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Cara unik dilakukan oleh warga Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang dalam berjuang melawan wabah Covid-19. Menjalani latihan teknik pernafasan ilmu bela diri Merpati Putih menjadi alternatif selain penanganan medis.
Koordinator latihan, Nanang menyebut latihan pernafasan ini bagus untuk penyembuhan pasien Covid-19. Serta menghindari penularannya. Pasalnya, melalui latihan ini masyarakat yang terpapar dapat menjaga daya tahan tubuh mereka.
“Insya Allah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan kita juga harus rutin latihan olah pernafasan. Karena ini bisa membantu diri agar bisa tetap terjaga dari penyakit,” ujarnya saat menggelar latihan di lapangan Futsal Kompleks Bangun Reksa Indah, II Blok C, RT 003/RW 006, Minggu, (01/08/2021).
Selain itu, dalam latihan ini peserta juga diajarkan teknik ilmu tenaga dalam untuk mendeteksi benda-benda meskipun dengan mata tertutup. Hal ini juga terbukti dan sangat bermanfaat dilakukan tim penanggulangan bencana alam saat mendeteksi keberadaan korban yang tertimbun. “Seperti Safira seorang anak perempuan disabilitas, setelah mengikuti beberapa kali latihan, ia mampu mendeteksi benda dengan kondisi mata tertutup,” jelasnya.
Bahkan menurut dia tidak hanya benda saja, saat rutin mengikuti latihan Shafira juga mampu mendeteksi warna tanpa melihat sebelummya. “Kami welcome dengan siapapun yang ingin bergabung. Kita buka latihan ini setiap selasa dan Sabtu,” imbuhnya.
Sembuh dari Covid-19 melalui latihan olah pernafasan Merpati Putih dirasakan oleh Sri Retno Handayani. Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ini berhasil menjadi penyintas Covid-19 setelah menjalani lima kali latihan tersebut.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Perkuat Pendampingan Pelaku Usaha Lewat Bimtek LKPM
Sebenarnya, dia sudah rutin mengikuti latihan ini selama setahun bersama dengan suaminya. Kala itu dilakukan secara tatap muka. Namun saat dia terpapar Covid-19 latihan ini dilakukan secara virtual kala dia isolasi mandiri di rumah.
“Pas Covid 19 saya bersama suami masih tetap diberikan pelatihan sama pelatih. Tapi saya latihannya melalui aplikasi zoom,” jelas dia.
Retno mengungkapkan dirinya mulai dinyatakan positif Covid 19 sejak 30 Juni 2021 lalu. “Itu setelah saya melakukan tes PCR dan dari hasil PCR saya sekeluarga positif Covid 19,” ungkapnya.
Kata Retno, setelah diberikan pelatihan selama tiga hari oleh pelatih Merpati Putih dirinya berangsur membaik. Indra penciuman mulai ia rasakan. “Tadinya saya pusing, hidung mampet, hilang rasa dan nafas tidak teratur. Tetapi tiga hari saya mengikuti pelatihan ini kondisi saya dan keluarga mulai membaik,” jelasnya.
Padahal dari anjuran dokter, lanjut Retno, dirinya harus melakukan isolasi selama 14 hari. Namun, 10 hari pasca dinyatakan positif Covid-19 dia beserta keluarga sembuh. “Tapi setelah berjalan 10 hari karena saya merasa sudah tidak ada gejala kemudian saya kembali melakukan tes PCR dan hasilnya negatif,” ujarnya.
Dia berharap pelatihan ini dapat diikuti oleh pasien Covid-19 lainnya. Apalagi saat ini kasus Covid 19 di Indonesia masih terbilang tinggi. “Apa salahnya mencoba. Selain kita tetap makan bergizi dan minum vitamin saya rasa latihan olah pernafasan ini juga baik untuk kita,” pungkasnya. (irfan/made)
Baca Juga: Layanan SIM Keliling Kota Tangerang Senin 5 Oktober, Cek Lokasinya




















