SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Badan Intelijen Negara (BIN) kembali menggelar vaksinasi Covid-19 di Kota Tangerang. Sehari setelah secara door to door di Kelurahan Kedaung Baru, Kecamatan Neglasari Kota Tangerang, Senin (02/08/2021) pagi, giliran pondok pesantren (ponpes) yang disambangi.
Ponpes yang disasar untuk divaksin kali ini adalah Pondok Pesantren Roudlotussalam yang terletak di Jalan Gatot Subroto Km 03, RT 001/ RW 002, Kelurahan Cimone, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Selain diikuti oleh santri, kegiatan vaksin juga diselenggarakan untuk keluarga santri dan masyarakat sekitar.
Dalam kegiatan ini, BIN menggandeng kepolisian khususnya dari Polsek Karawaci dan kelurahan setempat. Kepala BIN Daerah (Binda) Banten, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Cahyono Cahya Angkasa yang hadir menyampaikan, vaksinasi Covid-19 di Ponpes Roudlotussalam merupan pondok pesantren pertama yang divaksinasi di Kota Tangerang oleh BIN.
“Binda Banten untuk minggu ini mendapat kuota vaksinasi 2.500 dosis. Tapi yang terbesar kita sebar di Pandeglang, kemudian di Tangsel. Ada juga secara door to door di empat titik. Jadi masyarakat yang kita datangi untuk divaksin. Empat titik itu yakni di Neglasari Kota Tangerang, Tangsel, Kabupaten Tangerang tepatnya di Jambe dan satu lagi di Pandeglang, ” terangnya.
Disinggung mengapa memilih ponpes, perwira tinggi (pati) TNI dengan satu bintang di pundaknya ini menambahkan, pelajar atau santri adalah generus penerus penggerak bangsa sehingga harus diselamatkan khususnya herd immunity-nya. “Kalau generasi penerus kita sehat, maka bangsa ini juga menjadi sehat,” ucapnya.
Bagaimana pun, katanya jika diibaratan, kondisi saat ini seperti sedang berperang melawan musuh tak kasat mata. “Sementara virus inikan ibaratnya melihat kita. Jadi kalau mau berperang kita ya harus sehat. Kalau kita sehat, maka sudah pasti akan bisa bertempur dan memenangkannya,” ungkapnya.
Baca Juga: Herindra Ditunjuk Sebagai Kepala BIN yang Baru
Karena itu kepada masyarakat ia berpesan agar tidak takut divaksin. Terlebih hanya karena mendapat informasi yang tidak benar dari media sosial. “Jangan takut divaksin. Sebab saya masih lihat masih ada yang takut divaksin hanya gara-gara informasi yang tak benar media sosial. Saya sendiri contohnya, sudah divaksin sejak Maret lalu. Memang waktu itu sempat terpapar, tapi kan (penanganannya) cukup hanya isoman saja di rumah, beda hal nya jika belum divaksin maka resikonya juga jauh lebih besar,” katanya.
Sementara Pengasuh Ponpes Roudlotussalam Cimone, KH Abdul Mu’thi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BIN yang sudah menyelenggarakan vaksinasi di ponpes yang ia asuh. “Kami mengapresiasi BIN yang peduli terhadap kesehatan masyarakat, teruma anak-anak saya, para santri. Karena vaksin itu program pemerintah, maka secara undang-undang kami harus taat dan kepada syariat juga kami wajib tunduk kepada pemerintah,” ucapnya.
Untuk itu menurutnya vaksinasi tidak ada masalah. “Dan vaksin juga Insya Allah memberikan imunitas kepada santri. Terutama anak-anak yang banyak main ke sana kemari maupun berhadapan dengan masyarakat, Insya Allah dengan adanya vaksin sedikit banyak akan terhindar dari paparan Covid-19,” ungkapnya. Selain vaksinasi, para santri juga diberi bantuan tambahan vitamin dan nutrisi untuk menjaga kondisi tubuh. (made)
Baca Juga: ART Loncat dari Lantai 3 Meninggal Dunia, Polisi Tetapkan 3 Tersangka
