SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS) adalah cita-cita tidak sedikit orang. Sayangnya untuk menjadi abdi negara ini tidaklah mudah. Selain ramai pesaing, seleksi ketat yang diterapkan tidak jarang memupuskan harapan pelamarnya.
Namun berkat usaha yang keras dan sifat pantang menyerah, maka hal itu bukan sesuatu yang mustahil. Niken Yulianti Kusumaningtyas (28) salah satunya. Dia berhasil lulus pada tahun 2020 setelah empat kali mengikuti tes.
Menurut Niken, keikutsertaan mendaftar sebagai abdi negara terinspirasi dari kedua orangtuanya yang juga PNS. “Berbeda dengan anggapan orang-orang yang menganggap PNS kerjanya santai, orangtua saya justru sangat sibuk. Kerja keras dan rasa cinta mereka terhadap pekerjaan,” ujarnya belum lama ini.
Proses menjadi PNS dilalui tak mudah. Niken telah mengikuti empat kali tes CPNS. Sambil bekerja sebagai staf kontrak di salah satu kementerian ia terus mencari informasi tes CPNS. Selain itu alumni UGM ini juga kerap menggali informasi dari teman-temannya yang berhasil lulus CPNS.
“Saya baca dan isi buku persiapan CPNS yang saya punya. Saya sangat lemah sama hapalan, jadi saya selalu baca ulang rangkuman yang saya buat,” katanya. Dia mengikuti tiga tahapan tes CPNS yakni tahap pertama seleksi berkas, kedua tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), yang terakhir Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).
“Paling susah itu tes SKD, karena saingannya sangat banyak, ada passing gradenya juga, dan saya dua kali gagal di tes itu,” ujar dia. Tahap demi tahap diikutinya tanpa ekspektasi yang tinggi. Dengan pasrah namun tetap berdoa dan berusaha melakukan yang terbaik. “Pernah tiga kali gagal, alhamdulillah dites keempat, di Kota Tangerang ini, saya bisa diterima,” sambungnya.
Baca Juga: Layanan SIM Keliling Kota Tangerang Senin 5 Oktober, Cek Lokasinya
Niken mulai bekerja sebagai PNS dengan formasi Analis Publikasi pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokomp) pada Januari 2021.Tugas pertamanya saat itu adalah mengadakan even perlombaan dalam rangka HUT Kota Tangerang.
Meskipun melalui proses tes CPNS yang berbeda namun pesan mereka kepada peserta CPNS tahun ini satu yakni berjuang dengan sungguh-sungguh. “Kuncinya kuatkan niat dan berusaha semaksimal mungkin dan terus berdoa, dan memohon doa orangtua” kata Niken.
Berbeda dengan Niken, Muhammad Ham Maulid Dwiyansyah (31) lulus tes CPNS di seleksi yang baru pertama kali diikutinya. Keberhasilannya sejalan dengan cita-citanya untuk memberikan yang terbaik kepada keluarga.
Maulid yang berdinas di Dinas Pendidikan ini memulai perjuangannya menjadi abdi negara dengan mencari materi-materi seputar tes seleksi SKD dan SKB, mulai dari web-web yang banyak tersedia di internet hingga menonton Youtube yang memberikan beberapa tips dan materi terkait tes CPNS.
“Karena dari situ saya mendapatkan gambaran seputar tes CPNS dan saya akui itu sangat membantu saya yang baru pertama kali mengikuti tes CPNS ini,” kata dia. Maulid yang menjadi ketua angkatan CPNS tahun 2020 ini mengatakan sempat pesimis saat mengikuti tes Seleksi Kemampuan Dasar (SKD). Alasannya banyak materi yang harus dipelajari kembali yang di dapat saat sekolah, serta banyak menguras tenaga dan waktu.
“Tahap itu pesaing masih banyak sekali dan belum mengerucut banget dan materinya pun masih luas terkait dengan wawasan kebangsaan, matematika, umum, dan lainnya,”kata Maulid yang sebelumnya bekerja di perusahaan swasta selama tujuh tahun.
Baca Juga: Fraksi PKS DPRD Kota Tangerang Siapkan Tiga Usulan Raperda 2027
Perjuangan berlanjut di tes Seleksi Kemampuan Bidang (SKB) dimana saat waktu tinggal 30 menit, tiba-tiba offline, dan saat itu tidak bisa kembali login akun tes SKB . “Sampai pindah tiga komputer akhirnya yang keempat menggunakan laptop paling belakang di saat peserta lain sudah banyak sudah selesai, waktu sisa 30 menit dan soal masih 20 yang belum terjawab,” kenang Maulid.
Sementara Maulid masuk pertama kali sebagai PNS di Pemkot Tangerang tanggal pada 12 Januari 2021, dan pekerjaan pertama yang diberikan oleh OPD adalah memverifikasi SK Guru dengan total SK mencapai hampir 1.000 berkas SK. (made)




















