SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Semenjak pemberlakuan PPKM Jawa-Bali baik dari status darurat maupun level 4, mall dan pusat perbelajaan menjadi salah satu pihak yang paling terdampak. Sebab, hingga kini mereka belum diperbolehkan beroperasi. Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah pun mengaku hanya bisa menunggu kebijakan dari pemerintah pusat meski juga berharap agar mall bisa beroperasi.
“Pengennya begitu (mall bisa beroperasi), tapi kan semua kebijakan ada di pusat yang memberikan regulasi. Jadi pemerintah pusat baru mengujicoba di empat kota besar yakni Jakarta, Bandung Semarang dan Surabaya,” ucapnya saat ditanya tentang nasib operasional mall usai launching program Tangerang Bisa di Puspemkot Tangerang,Senin (16/08/2021).
Arief menyampaikan, nanti malam rencananya bakal digelar rapat dengan kementerian koordinator dan ia berharap agar kondisi Kota Tangerang yang sudah mulai mengalami perbaikan kasus harian menjadi pertimbangan agar mall turut dibuka. “Pasti kita sampaikan itu, sebagaimana arahan Presiden kan penanganan pandemi harus gas dan rem. Nah sekarang kondisinya sudah mulai turun (kasus Covid), angka BOR (tingkat keterisian) RS sudah di bawah 30 persen. Lalu angka kematian sudah 1 digit dan angka harian sudah dua digit.Jadi dengan mudah-mudahan dengan indikator mikro seperti itu pemerintah pusat dapat melihat secara komprehensif,” harapnya.
Apalagi ujarnya berkaca pada kondisi DKI Jakarta yang melakukan uji coba dan dianggap cukup efektif bisa bertransaksi menggunakan syarat vaksin. “Mudah-mudahan ini bisa akan mengurangi pandemi ke depannya,” ungkapnya. Disinggung apakah bila nanti bakal diperbolehkan beroperasi maka Kota Tangerang akan menggunakan skema serupa dengan DKI Jakarta, Arief tidak membantah. “Kita lihat rujukannya seperti itu. Pengennya kita juga seperti itu, kita persyaratkan mereka yang ke mall harus divaksin supaya tujuan herd immunity terbentuk, jadi resiko pemaparan Covid-19 semakin sedikit meski pun kita harus tetap menggunakan protokol kesehatan lainnya. (made)
























