SATELITNEWS.ID, LEBAK—Sebanyak 154 rumah terendam banjir, dua rumah tergerus longsor dan dua rumah terdampak pergerakan tahan di Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak. Kejadian yang diakibatkan guyuran hujan deras, Sabtu (21/08/2021) tersebut untungnya tidak menelan korban jiwa dan kerusakan rumah hanya bersifat ringan.
Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Febby Rizki Pratama. “Ada tiga desa di Kecamatan Cimarga yang terdampak banjir dan longsor dan pergerakan tanah. Yakni, Desa Girimukti, Sudamanik, dan Desa Margamulya,” kata Febb.
Febby menjelaskan, adapun jumlah rumah yang terdampak bencana alam tersebut yakni 137 rumah terendam banjir di Kampung Bangkalok, Desa Girimukti. Penyebabnya, tak lain adalah luapan Sungai Cisariap dan di Desa Sidamanik iti terdapat 14 rumah dan dua rumah akibat pergerakan tanah, sementara di Desa Marga Luyu terdapat 2 rumah longsor dan 3 rumah terendam banjir.
“Total jumlah terdampak banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Cimarga tersebut ada 158 rumah. Untuk korban jiwa alhamdulilah nihil alias tidak ada,” ujarnya. Untuk saat ini, kata Febby berdasarkan informasi dari relawan, warga yang terdampak sudah kembali beraktifitas lantaran banjir yang selintas tersebut sudah surut.
“Itu (banjir) selintas jadi sudah kembali surut. Tapi, saya harapkan kepada warga untuk tetap waspada lantaran cuaca ekstrem masih terjadi khawatir banjir kembali terjadi,” ujarnya.
Relawan BPBD Kacamata Cimarga, Ikbaludin mengatakan kondisi terkini warga sudah beraktifitas seperti biasa karena banjirnya sudah surut. Namun demikian, pihaknya terus melakukan monitoring terhadap daerah terdampak.
Baca Juga: Ribuan Pramuka Garuda Lebak Didorong Jadi Generasi Berkarakter
“Kecamatan Cimarga ini salah satu daerah yang rawan bencana banjir, longsor, dan pergerakan tanah. Oleh karenanya, saya terus melakukan imbauan kepada masyarakat agar mewaspadai bencana yang kapan saja bisa terjadi,” pungkasnya.(mulyana)
























