SATELITNEWS.ID, SERANG–Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Kabupaten Serang, kumpulkan Bug Hunter yang mayoritas dari kalangan mahasiswa dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Universitas Banten Jaya (Unbaja), Universitas Serang Raya (Unsera), dan AMIK Serang.
Mereka mengikuti pelatihan Program Bug Bounty, yang digelar di salah satu hotel di kawasan wisata di Provinsi Banten. “Kami ingin memfasilitasi, mengapresiasi, sekaligus memperkuat peran para bug hunter, untuk bisa sama-sama membantu pemerintah memperkuat proses pelayanan pemerintah berbasis elektronik,” kata Shinta Asfilian Harjani, Kepala Bidang (Kabid) Persandian dan Statistik Diskominfosatik Kabupaten Serang, Kamis (2/9/2021).
Diketahui, Bug Bounty Program adalah sebuah program yang mengapresiasi temuan celah keamanan dari para hacker (peretas), baik bug hunter pada suatu aplikasi, sistem, dan layanan.
Pemerintah dapat menemukan kerentanan lebih dini, sebelum pihak yang tidak bertanggungjawab (hacker negatif) menemukan dan mengeksploitasinya. Melalui program ini juga, pemerintah dapat mengimplementasikan kontrol keamanan secara berkelanjutan.
Menurut Shinta, Banten memiliki puluhan bug hunter yang bisa membantu Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mengamankan sistem siber, ditengah era pelayanan berbasis elektronik.
Sejumlah narasumber dihadirkan salah satunya, dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). “Kami mengapresiasi, sekaligus memperkuat pengetahuan para bug hunter,” tandasnya.
Baca Juga: Finalis Kang Nong Kabupaten Serang Visitasi Objek Wisata di Anyer – Cinangka
Kepala Diskominfosatik Kabupaten Serang, Anas Dwisatya Prasadya mengatakan, pihaknya berusaha melindungi data secara fisik (Physical Security) dan logis (Logical Security).
“Keamanan logis merupakan keamanan digital. Perpaduan keamanan fisik dan logis ini, sangat diperlukan,” ujarnya.
Diera digitalisasi ini menurutnya, informasi atau data Pemda yang berada di dunia siber, penting diamankan. Jika data bocor akibat prilaku negative para peretas (yang tidak bertanggungjawab), bisa digunakan untuk hal yang tidak baik.
“Informasi dan data ini yang kita ingin amankan, melalui bantuan para bug hunter. Semoga dengan ini, sistem informasi dalam sistem pemerintahan berbasis elektronik bisa terjaga dan berkembang,” pungkasnya. (sidik)

















