SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Wafatnya ulama besar yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, KH Edi Junaedi Nawawi meninggalkan duka mendalam. Tak terkecuali, jajaran MUI Kota Tangerang. Dimana KH Edi telah mengurus MUI Kota Tangerang selama 15 tahun.
Wakil Walikota Tangerang, Sachrudin mengatakan dirinya sangat kehilangan sosok KH Edi yang bersahaja. Kata dia, nasihat-nasihat KH Edi akan selalu membekas dalam sanubarinya.
“Kami sangat kehilangan, orang ya selalu mau menerima dan merespon informasi dan persoalan yang kami sampaikan, memberikan solusi, masukan,” ujarnya, Rabu (15/09/2021). Ada satu Kalimat KH Edi yang selalu teringiang-nginang kata Sachrudin yakni soal kesabaran.
“Sabar itu ternyata adalah sebuah perahu kehidupan ibarat kita tengah mengarungi kehidupan. Kalau perahu besar kita tidak terguncang dengan ombak. Begitu juga dengan kehidupan, kalau kita punya kesabaran yang tinggi, kita tidak pernah panik , tidak pernah galau karena kita yakin kalau semua ini urusan yang Allah, kehendak nya. Kita yakin Allah berkehendak tidak ada yang sulit, karena tidak ada satu orang pun yang menghalangi nya. Itu yang sering dia sampaikan kepada saya,” jelasnya.
Kalimat itu pun selalu disampaikan pula kepada masyarakat tatkala melalukan edukasi atau pembinaan. Pasalnya, Kalimat tersebut mudah diterima masyarakat. “Saya juga sering sampai kan ke masyarakat saat melakukan edukasi, itu bahasa beliau sering saya gunakan. dan mudah diterima di masyarakat,” pungkasnya.
Sementara Ketua MUI Kota Tangerang, Baijuri Khotib mengatakan KH Edi merupakan sosok yang menjadi panutan umat Islam. Sehingga, dirinya pun merasa sangat kehilangan. Namun demikian, kata dia ajal itu pasti kendati tidak ada yang seorang pun yang mengetahui waktunya.
Baca Juga: DPRD Kota Tangerang Ungkapkan Duka Cita Kehilangan KH Edi Juanedi
“Beliau sosok yang panutan, konsistensi , perjuangan, idealis, Istiqomah,” ujarnya kepada SatelitNews.Id. Banyak kenangan bersama KH Edi kata Baijuri. 15 tahun KH Edi menjadi bagian penting di MUI Kota Tangerang. “Beliau guru bagi saya dan kita , 15 tahun di MUI dan banyak kenangan,” katanya.
KH Edi wafat di usia 84 tahun. Sempat menjadi Ketua MUI Kota Tangerang selama dua periode hingga digantikan oleh Almarhum KH Ghozali Barmawi pada 2020. Dia menghembuskan nafas terakhir usai memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Daerah MUI Kota Tangerang, Rabu, (15/09/2021) pagi. “Dia tadi sambutan banyak wasiat kepada kami, agar lanjutkan apa yang diperjuangkan,” kata Baijuri.
Baijuri menceritakan detik-detik KH Edi wafat. Saat itu, usai dia memberikan sambutan Rakerda MUI Kota Tangerang, KH Edi sempat duduk dan kemudian langsung tak sadarkan diri. Saat itu tak ada yang dikeluhkan oleh KH Edi. Dia dalam kondisi sehat. Meskipun diketahui sempat dirawat beberapa karena penyakit komplikasinya.
“Sudah sehat sebenarnya. Saat pingsan di kursi setelah sambutan kami bopong. Sempat dibawa ke rumah sakit tapi dia sudah meninggal. Jadi memang meninggalnya di gedung MUI,” katanya. KH Edi akan dimakam di TPU Enclek, Kecamatan Tangerang. (irfan)
























