SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Dua atlet wushu putri Banten asal Kabupaten Tangerang Nadya Nakhoir dan Hotmaida Naibaho mendapatkan suntikan moril dan materiil jelang keberangkatan menuju PON XX/2020 Papua. Setelah sebelumnya mendapat uang saku dari Pemerintah Kabupaten Tangerang yang diserahkan oleh Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar, Jumat (17/9) malam, kemarin (19/9) giliran penasehat KONI Banten dan KONI Kabupaten Tangerang Satim Sofyan yang memberikan apresiasi.
Bertempat di kediaman Satim dibilangan Kota Tangerang, mantan manajer Persita itu menyerahkan secara simbolis uang saku kepada Hotmaida Naibaho. Atlet wushu yang tampil di nomor sanda kelas 56 kg putri menerima uang saku sebesar Rp 1,5 juta.
“Jangan melihat nilainya, tapi ini bentuk apresiasi saya baik selaku penasehat KONI maupun sebagai ketua Pengcab Wushu Kabupaten Tangerang. Saya harap ini bisa membantu atlet saat bertanding di Papua,” ucap Satim.
Sebelumnya atlet Kabupaten Tangerang juga mendapat apresiasi dari Pemkab Tangerang yang diserahkan Bupati Tangerang kepada 11 perwakilan atlet, pelatih dan ofisial Kontingen Banten. Sebanyak 55 atlet dan 22 pelatih asal Kabupaten Tangerang mendapat uang saku Rp 2,5 juta untuk atlet sedang Rp 2 juta buat pelatih, dan ofisial tim.
Pada kesempatan sambutan, Satim menyampaikan apa yang diberikan ini belum sebanding dengan apa yang dilakukan atlet wushu dalam menjalani latihan. Namun Satim ingin uang saku ini setidaknya bisa menambah semangat atlet untuk tampil di Papua.
Satim mengakui PON kali ini cukup berat dijalani atlet Banten untuk meraih prestasi tertinggi karena himpitan pandemi Covid-19. Wabah virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan China membuat atlet harus berlatih dengan keterbatasan-keterbatasan.
Baca Juga: Bupati Tangerang Ajak Warga Mekar Jaya Jaga Kerukunan dan Kepedulian Sosial
“Namun saya lihat baik Hotma dan Nadya tetap semangat berlatih, spirit inilah yang saya harap bisa terus dipertahankan di Papua nanti dengan meraih medali emas,” harap Satim.
Menanggapi harapan Satim, Hotma menegaskan kesiapannya mendulang medali emas PON. Meski saat ini persaingan cukup berat, tapi Hotma ingin bisa meraih medali emas yang akan dipersembahkan buat Banten dan Kabupaten Tangerang.
“Meski kami mengalami banyak kendala dalam persiapan dan diremehkan atlet provinsi lain, saya bertekad ingin mempersembahkan medali emas buat Banten. Saya ingin berikan medali yang saya raih kepada Ibu (Rumiah) dan Bapak (Satim), saya akan berjuang bila perlu sampai keluar tetesan darah,” tegas Hotma.
Mennghadapi persaingan yang ada Hotma cukup yakin bisa menembus babak final di kelas 56 kg. Karena dari persaingan yang ada, lawan berat yang ada dikelasnya adalah atlet asal Papua. “Saya akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa menembus final, siapa pun lawan yang akan saya hadapi siap saya kalahkan,” tikas Hotman. (jpg/gatot)
