Rabu, 9 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Kenaikan Obat Komersial Dibatasi 20 Persen

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Minggu, 14 Jun 2026 19:06 WIB
Rubrik Nasional
Kenaikan Obat Komersial Dibatasi 20 Persen

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan pemerintah telah memetakan struktur biaya obat. Kenaikan harga obat diklaim tidak menyentuh obat-obatan BPJS. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA–Pemerintah memastikan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak akan mengganggu harga obat dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ruang penyesuaian harga obat non JKN dibuka dengan batas ketat, di tengah kekhawatiran bahwa tekanan kurs dapat merembet menjadi kenaikan harga yang lebih luas.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pemerintah telah memetakan struktur biaya obat dan memisahkan dampaknya terhadap skema jaminan sosial. “Harga obat kita sudah lihat mana yang naik yang masuk akal dan yang tidak masuk akal. Tapi untuk obat-obatan BPJS, kita berhasil jaga,” ujar Budi, Sabtu (13/6/2026).

Ia menekankan bahwa pelemahan rupiah tidak bisa dijadikan dasar kenaikan harga secara proporsional di seluruh lini. “Kenaikan di kisaran 10 sampai 20 persen itu masih masuk akal. Tapi kalau di atas itu, jangan mengambil untung dari situ,” kata Budi.

Di tingkat teknis, Kementerian Kesehatan menetapkan batas atas penyesuaian harga obat komersial sebesar 20 persen. Penyesuaian tersebut, menurut pemerintah, merupakan hasil koordinasi dengan industri farmasi agar tetap berada dalam koridor yang dapat diterima di tengah tekanan biaya produksi global.

“Paling tinggi 20 persen. Ada yang 5 persen, ada yang 10 persen, tergantung jenis obatnya. Tapi tidak boleh lebih dari 20 persen,” kata Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Rizka Andalusia.

Ia menambahkan, mekanisme penyesuaian ini tidak berlaku untuk obat dalam skema JKN yang tetap dipisahkan dari dinamika pasar. “Untuk obat-obatan BPJS, tidak terdampak,” ujarnya.

Baca Juga: Megawati Kritisi Makna Merdeka, Sentil Hukum, Tambang hingga BPJS

Meski demikian, Kementerian Kesehatan mengakui tekanan eksternal seperti fluktuasi nilai tukar dan kenaikan harga energi global tetap memengaruhi struktur biaya industri farmasi. Pemerintah menyebut dampak tersebut masih dapat diredam melalui pengaturan harga dan efisiensi komponen produksi dalam negeri.

Di sisi lain, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah tidak melihat pelemahan rupiah sebagai celah untuk menaikkan harga secara berlebihan di sektor kesehatan yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

BeritaTerbaru

Gandeng Bank Nasional, Alam Sutera Group Expo 2026 Targetkan Penjualan Rp300 Miliar

Gandeng Bank Nasional, Alam Sutera Group Expo 2026 Targetkan Penjualan Rp300 Miliar

Selasa, 8 Sep 2026 21:15 WIB
Gunung Anak Krakatau Belum Tenang Meski Aktivitas Erupsi Menurun

Gunung Anak Krakatau Belum Tenang Meski Aktivitas Erupsi Menurun

Selasa, 8 Sep 2026 08:06 WIB
Kebakaran Hutan dan Lahan Jerat 138 Tersangka

Kebakaran Hutan dan Lahan Jerat 138 Tersangka

Selasa, 8 Sep 2026 08:02 WIB
Menteri Perhubungan Perpanjang Penutupan 8 Bandara

Menteri Perhubungan Perpanjang Penutupan 8 Bandara

Senin, 7 Sep 2026 08:15 WIB

“Pemerintah harus hadir dan mengambil langkah pengawasan yang lebih ketat terhadap harga obat agar pelemahan nilai tukar rupiah tidak menjadi alasan kenaikan harga yang berlebihan dan merugikan konsumen,” kata Sekretaris Eksekutif YLKI, Rio Priambodo, Minggu (14/6/2026).

YLKI menilai akses terhadap obat tidak boleh menjadi korban tekanan ekonomi, terutama bagi peserta jaminan kesehatan nasional. Hak masyarakat untuk memperoleh obat yang aman, bermutu, dan efektif, menurut mereka, harus tetap dijaga tanpa kompromi.

YLKI juga mendorong perluasan akses obat yang lebih terjangkau melalui penguatan obat generik dan produk dalam negeri. “Negara perlu memastikan ketersediaan alternatif obat yang lebih terjangkau, tanpa mengurangi kualitas, keamanan, dan khasiatnya,” kata Rio.

Lebih jauh, YLKI menyoroti kembali persoalan struktural yang selama ini membayangi industri farmasi nasional, yakni ketergantungan pada bahan baku impor. Dalam situasi rupiah tertekan, ketergantungan ini membuat harga obat berada dalam posisi rentan terhadap gejolak eksternal yang tidak dapat dikendalikan di dalam negeri.

Baca Juga: Polisi Gerebek Warung Diduga Jual Obat Golongan G Ilegal di Ciputat, Dua Orang Diamankan

Rio menyebut kondisi ini seharusnya menjadi titik tekan bagi percepatan kemandirian industri farmasi nasional. “Momentum ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat kemandirian industri farmasi nasional, terutama dalam pengembangan bahan baku obat dalam negeri, agar tidak terus bergantung pada impor,” ujarnya.

YLKI juga menekankan pentingnya transparansi dalam penetapan harga obat agar publik dapat membedakan mana kenaikan yang wajar akibat biaya produksi dan mana yang tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya di lapangan. (rmg/xan)

Tags: BPJSkementerian kesehatanobat
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi
Nasional

SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi

Senin, 7 Sep 2026 08:03 WIB
Fase Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Siaga Tetap Berlaku
Headline

Fase Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Siaga Tetap Berlaku

Minggu, 6 Sep 2026 17:27 WIB
Beras Langka di Pasar Modern, Pemerintah Gelontorkan 110 Ribu Ton
Nasional

Beras Langka di Pasar Modern, Pemerintah Gelontorkan 110 Ribu Ton

Minggu, 6 Sep 2026 17:23 WIB
Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi
Nasional

Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi

Sabtu, 5 Sep 2026 08:12 WIB
Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun
Nasional

Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun

Jumat, 4 Sep 2026 07:38 WIB
SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi
Nasional

SIM Keliling Jakarta Jumat 4 September, Cek Lokasinya di Sini

Jumat, 4 Sep 2026 07:25 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Redam Debu Vulkanik, Pemkot Tangsel Semprot Jalan Protokol Dini Hari

Selasa, 8 Sep 2026 11:03 WIB
BAGIKAN MASKER -- DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banten, menyalurkan 10.000 masker kepada masyarakat sebagai respons atas dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), sejak Minggu (6/9/2026) hingga Selasa (8/9/2026). (ISTIMEWA)

PKS Banten Tebar 10.000 Masker untuk Warga Terdampak GAK

Selasa, 8 Sep 2026 14:24 WIB
Galang Donasi dari Lebak untuk Korban Gempa NTT

Galang Donasi dari Lebak untuk Korban Gempa NTT

Minggu, 6 Sep 2026 20:17 WIB
TUNJUKKAN DATA -- Kepala Bidang (Kabid) Pendataan, Pendaftaran dan Penetapan pada Bapenda Kabupaten Serang, Gun Gun Ahmad Wiguna, menunjukkan data. (ISTIMEWA)

Bapenda Kabupaten Serang Tarik Pajak Dari Tiga Pulau

Selasa, 8 Sep 2026 16:57 WIB
AUDIENSI -- Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani beserta jajarannya, menyampaikan usulan program ke Bapanas dan Kementan. (ISTIMEWA)

Bupati Pandeglang Usulkan Berbagai Program ke Kementan dan Bapanas

Selasa, 8 Sep 2026 11:24 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.