Rabu, 13 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

BPOM Mengaku Hadapi Tekanan Berlapis

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Selasa, 21 Apr 2026 15:31 WIB
Rubrik Nasional
BPOM Mengaku Hadapi Tekanan Berlapis

RAPAT DENGAR PENDAPAT: Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/4). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA–Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengklaim menghadapi tekanan berlapis. Mulai dari ancaman kenaikan harga obat akibat gejolak geopolitik, lonjakan distribusi obat berisiko disalahgunakan, hingga keterbatasan anggaran pengawasan program makan bergizi gratis (MBG).

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan stok obat nasional masih aman hingga enam bulan ke depan. Namun, ketahanan itu bertumpu pada rantai pasok global yang didominasi bahan berbasis petrokimia dan impor, sehingga sangat sensitif terhadap gangguan geopolitik maupun energi.

“Kemasannya itu lebih 50% merupakan petrokimia,” kata Taruna dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/4).

Sekitar 30 persen obat kimia, termasuk bahan baku parasetamol dan ibuprofen, berasal dari turunan petrokimia. Lebih dari 90 persen bahan baku dan produk antara masih bergantung pada impor dari sejumlah negara pemasok utama di Asia dan luar kawasan.

Ketergantungan ini membuat harga obat domestik ikut bergerak mengikuti dinamika global, terutama ketika biaya energi dan logistik mengalami tekanan. “Geopolitik internasional tentu ini akan berdampak kepada harga obat,” ujarnya.

Untuk meredam tekanan biaya, BPOM menyiapkan pelonggaran aturan kemasan. Industri farmasi dapat mengganti bahan kemasan dengan alternatif lebih murah—dari plastik ke botol atau dari strip ke kertas dan karton—selama standar keamanan dan stabilitas produk tetap dipenuhi.

BeritaTerbaru

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Selasa, 5 Mei 2026 21:13 WIB
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Selasa, 5 Mei 2026 21:11 WIB
Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Senin, 4 Mei 2026 16:07 WIB
Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG

Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG

Senin, 4 Mei 2026 16:03 WIB

Komponen kemasan diperkirakan menyumbang sekitar 30 persen biaya obat. Namun, kebijakan ini tidak mengubah ketergantungan struktural pada bahan baku impor yang menjadi sumber kerentanan utama industri farmasi nasional.

Di sisi lain, tekanan juga muncul pada program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas pemerintah. BPOM mengakui pengawasan preventif belum dapat dijalankan karena keterbatasan anggaran yang signifikan.

“Dari puluhan miliar yang kami siapkan, yang tersedia hanya Rp 2,9 miliar,” kata Taruna.

Sementara itu, skema pendanaan utama melalui Badan Gizi Nasional sebesar Rp 675,3 miliar hingga kini belum dapat dimanfaatkan. Akibatnya, pengujian sampel makanan sebelum konsumsi—yang menjadi kunci deteksi dini risiko kontaminasi pangan—belum dilakukan secara sistematis.

“Sampling pra-kejadian belum kami lakukan,” ujarnya.

Kondisi ini membuat pengawasan berpotensi baru bekerja setelah kejadian terjadi di lapangan, sementara distribusi makanan dalam program MBG tersebar di ribuan titik layanan di berbagai daerah.

Risiko pengawasan yang terlambat menjadi perhatian sejumlah anggota Komisi IX DPR.

BPOM menyatakan tetap menjalankan pendampingan dengan sumber daya terbatas, termasuk pelatihan lebih dari 32.000 kader penjamah makanan di fasilitas pelayanan pangan bergizi. Namun efektivitas pengawasan disebut sangat bergantung pada koordinasi lintas lembaga.

Koordinasi dengan Badan Gizi Nasional masih berlangsung untuk memperjelas pembagian peran pengawasan di lapangan. “Kami sepakat harus duduk bersama agar perlindungan masyarakat bisa berjalan maksimal,” kata Taruna.

Di saat yang sama, tekanan pengawasan di dalam negeri ikut meningkat. Tercatat distribusi ketamin dalam tiga tahun terakhir melonjak tajam, dari 134 ribu pada 2022 menjadi 235 ribu pada 2023, lalu 440 ribu pada 2024.

“Kita lihat peningkatan yang sangat signifikan,” kata Taruna.

Peningkatan siginifikan tersebut tidak hanya mencerminkan meningkatnya kebutuhan medis, tetapi juga memperbesar kekhawatiran terhadap potensi penyalahgunaan di luar fasilitas resmi.
BPOM kemudian memperketat pengawasan melalui Peraturan BPOM Nomor 12 Tahun 2025, yang memasukkan ketamin sebagai “obat tertentu” dengan kontrol distribusi lebih ketat, termasuk pelaporan berjenjang dari fasilitas pelayanan kesehatan.

Namun, celah penegakan tetap terbuka. Ketamin tidak tergolong narkotika, sehingga berada di luar kewenangan Badan Narkotika Nasional (BNN). Kondisi ini membuat pengawasan sepenuhnya bertumpu pada mekanisme administratif BPOM.

“BNN tidak bisa menindak karena ketamin ini bukan bagian dari narkotik,” ujar Taruna.

BPOM menyebut tren distribusi mulai menurun setelah aturan diberlakukan pada 2025, meski pengawasan di lapangan masih bergantung pada kepatuhan pelaporan dari fasilitas kesehatan dan apotek.

Di luar mekanisme administratif tersebut, BPOM mulai mendorong pendekatan yang lebih luas untuk memperkuat pencegahan. BPOM menyiapkan langkah edukasi publik untuk menekan potensi penyalahgunaan obat tertentu. Upaya ini mencakup pelibatan tenaga kesehatan, pemangku kepentingan, serta komunitas dalam penyebaran informasi penggunaan obat yang sesuai aturan.

Di luar jalur pengawasan formal, BPOM turut mendorong partisipasi masyarakat, termasuk generasi muda, dalam pencegahan penyalahgunaan obat. Lembaga ini juga berencana memperkuat sistem informasi serta memperluas kerja sama lintas sektor untuk mendukung pengawasan berbasis partisipasi publik. (rmg/xan)

Tags: bpommakananMBGobat
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci
Nasional

Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci

Minggu, 3 Mei 2026 18:47 WIB
Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92
Bisnis

Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92

Minggu, 3 Mei 2026 18:45 WIB
IMG_20260501_133748
Banten Region

Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Gedung DPR RI

Jumat, 1 Mei 2026 13:46 WIB
Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka
Nasional

Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 17:01 WIB
Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka
Nasional

Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 16:57 WIB
Klaim Urus Kasus Modus Penipuan, KPK Beri Peringatan
Nasional

Klaim Urus Kasus Modus Penipuan, KPK Beri Peringatan

Selasa, 28 Apr 2026 20:39 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

BERIKAN HADIAH - Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, berikan hadiah dan penghargaan kepada pemenang lomba pilah sampah antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). (ISTIMEWA)

Tingkatkan Kesadaran Pengelolaan Sampah Disemua OPD Pemkab Pandeglang

Senin, 11 Mei 2026 16:33 WIB
Hanya Ingin Berpisah, Clara Shinta Tak Persoalkan Harta Gana-gini

Hanya Ingin Berpisah, Clara Shinta Tak Persoalkan Harta Gana-gini

Kamis, 7 Mei 2026 12:38 WIB
DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banten, meluncurkan gerai pengisian daya handphone gratis berbasis tenaga surya, di kantor DPW PKS Banten, Minggu (10/5/2026). (ISTIMEWA)

PKS Banten Dorong Energi Hijau Lewat Charger Gratis

Minggu, 10 Mei 2026 14:44 WIB
IMG-20260508-WA0039

Modus Gandakan Uang, Eyang Sapu Jagad Lecehkan Lansia di Pamulang

Jumat, 8 Mei 2026 17:53 WIB
3 Shio yang Banjir Cuan Sepanjang Tahun Kuda Api

3 Shio yang Banjir Cuan Sepanjang Tahun Kuda Api

Jumat, 8 Mei 2026 16:33 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.