Rabu, 21 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Promo Oktober Honda Wahana Artha

BPOM Mengaku Hadapi Tekanan Berlapis

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Selasa, 21 Apr 2026 15:31 WIB
Rubrik Nasional
BPOM Mengaku Hadapi Tekanan Berlapis

RAPAT DENGAR PENDAPAT: Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/4). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA–Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengklaim menghadapi tekanan berlapis. Mulai dari ancaman kenaikan harga obat akibat gejolak geopolitik, lonjakan distribusi obat berisiko disalahgunakan, hingga keterbatasan anggaran pengawasan program makan bergizi gratis (MBG).

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan stok obat nasional masih aman hingga enam bulan ke depan. Namun, ketahanan itu bertumpu pada rantai pasok global yang didominasi bahan berbasis petrokimia dan impor, sehingga sangat sensitif terhadap gangguan geopolitik maupun energi.

“Kemasannya itu lebih 50% merupakan petrokimia,” kata Taruna dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/4).

Sekitar 30 persen obat kimia, termasuk bahan baku parasetamol dan ibuprofen, berasal dari turunan petrokimia. Lebih dari 90 persen bahan baku dan produk antara masih bergantung pada impor dari sejumlah negara pemasok utama di Asia dan luar kawasan.

Ketergantungan ini membuat harga obat domestik ikut bergerak mengikuti dinamika global, terutama ketika biaya energi dan logistik mengalami tekanan. “Geopolitik internasional tentu ini akan berdampak kepada harga obat,” ujarnya.

Untuk meredam tekanan biaya, BPOM menyiapkan pelonggaran aturan kemasan. Industri farmasi dapat mengganti bahan kemasan dengan alternatif lebih murah—dari plastik ke botol atau dari strip ke kertas dan karton—selama standar keamanan dan stabilitas produk tetap dipenuhi.

Baca Juga: 26.385 SPPG Dinilai Memenuhi Syarat, Dapur MBG Dipantau AI dari Pusat

Komponen kemasan diperkirakan menyumbang sekitar 30 persen biaya obat. Namun, kebijakan ini tidak mengubah ketergantungan struktural pada bahan baku impor yang menjadi sumber kerentanan utama industri farmasi nasional.

Di sisi lain, tekanan juga muncul pada program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas pemerintah. BPOM mengakui pengawasan preventif belum dapat dijalankan karena keterbatasan anggaran yang signifikan.

BeritaTerbaru

BKN Bahas Skema Pengalihan Gaji PPPK ke Pusat

BKN Bahas Skema Pengalihan Gaji PPPK ke Pusat

Rabu, 21 Okt 2026 08:03 WIB
Layanan SIM Keliling Jakarta Jumat 9 Oktober, Cek Lokasinya

Layanan SIM Keliling Jakarta Rabu 21 Oktober, Cek Lokasinya

Rabu, 21 Okt 2026 07:48 WIB
36 Operasi Tangkap Tangan, 21 Kepala Daerah Diciduk

36 Operasi Tangkap Tangan, 21 Kepala Daerah Diciduk

Selasa, 20 Okt 2026 16:40 WIB
Khalid Basalamah Akui Setor US$554.500

Khalid Basalamah Akui Setor US$554.500

Selasa, 20 Okt 2026 16:35 WIB

“Dari puluhan miliar yang kami siapkan, yang tersedia hanya Rp 2,9 miliar,” kata Taruna.

Sementara itu, skema pendanaan utama melalui Badan Gizi Nasional sebesar Rp 675,3 miliar hingga kini belum dapat dimanfaatkan. Akibatnya, pengujian sampel makanan sebelum konsumsi—yang menjadi kunci deteksi dini risiko kontaminasi pangan—belum dilakukan secara sistematis.

“Sampling pra-kejadian belum kami lakukan,” ujarnya.

Kondisi ini membuat pengawasan berpotensi baru bekerja setelah kejadian terjadi di lapangan, sementara distribusi makanan dalam program MBG tersebar di ribuan titik layanan di berbagai daerah.

Baca Juga: Komnas HAM Bongkar Tujuh Masalah MBG

Risiko pengawasan yang terlambat menjadi perhatian sejumlah anggota Komisi IX DPR.

BPOM menyatakan tetap menjalankan pendampingan dengan sumber daya terbatas, termasuk pelatihan lebih dari 32.000 kader penjamah makanan di fasilitas pelayanan pangan bergizi. Namun efektivitas pengawasan disebut sangat bergantung pada koordinasi lintas lembaga.

Koordinasi dengan Badan Gizi Nasional masih berlangsung untuk memperjelas pembagian peran pengawasan di lapangan. “Kami sepakat harus duduk bersama agar perlindungan masyarakat bisa berjalan maksimal,” kata Taruna.

Di saat yang sama, tekanan pengawasan di dalam negeri ikut meningkat. Tercatat distribusi ketamin dalam tiga tahun terakhir melonjak tajam, dari 134 ribu pada 2022 menjadi 235 ribu pada 2023, lalu 440 ribu pada 2024.

“Kita lihat peningkatan yang sangat signifikan,” kata Taruna.

Peningkatan siginifikan tersebut tidak hanya mencerminkan meningkatnya kebutuhan medis, tetapi juga memperbesar kekhawatiran terhadap potensi penyalahgunaan di luar fasilitas resmi.
BPOM kemudian memperketat pengawasan melalui Peraturan BPOM Nomor 12 Tahun 2025, yang memasukkan ketamin sebagai “obat tertentu” dengan kontrol distribusi lebih ketat, termasuk pelaporan berjenjang dari fasilitas pelayanan kesehatan.

Namun, celah penegakan tetap terbuka. Ketamin tidak tergolong narkotika, sehingga berada di luar kewenangan Badan Narkotika Nasional (BNN). Kondisi ini membuat pengawasan sepenuhnya bertumpu pada mekanisme administratif BPOM.

“BNN tidak bisa menindak karena ketamin ini bukan bagian dari narkotik,” ujar Taruna.

BPOM menyebut tren distribusi mulai menurun setelah aturan diberlakukan pada 2025, meski pengawasan di lapangan masih bergantung pada kepatuhan pelaporan dari fasilitas kesehatan dan apotek.

Di luar mekanisme administratif tersebut, BPOM mulai mendorong pendekatan yang lebih luas untuk memperkuat pencegahan. BPOM menyiapkan langkah edukasi publik untuk menekan potensi penyalahgunaan obat tertentu. Upaya ini mencakup pelibatan tenaga kesehatan, pemangku kepentingan, serta komunitas dalam penyebaran informasi penggunaan obat yang sesuai aturan.

Di luar jalur pengawasan formal, BPOM turut mendorong partisipasi masyarakat, termasuk generasi muda, dalam pencegahan penyalahgunaan obat. Lembaga ini juga berencana memperkuat sistem informasi serta memperluas kerja sama lintas sektor untuk mendukung pengawasan berbasis partisipasi publik. (rmg/xan)

Tags: bpommakananMBGobat
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Asing Terlibat Karhutla, Puluhan Korporasi Diproses Hukum
Nasional

Asing Terlibat Karhutla, Puluhan Korporasi Diproses Hukum

Selasa, 20 Okt 2026 15:00 WIB
26.385 SPPG Dinilai Memenuhi Syarat, Dapur MBG Dipantau AI dari Pusat
Nasional

26.385 SPPG Dinilai Memenuhi Syarat, Dapur MBG Dipantau AI dari Pusat

Selasa, 20 Okt 2026 14:57 WIB
Legislator Dorong PBB Kembangkan Skema Pembiayaan Alternatif
Nasional

Legislator Dorong PBB Kembangkan Skema Pembiayaan Alternatif

Senin, 19 Okt 2026 19:55 WIB
Anggota Komisi III DPR Menilai UU Anti-Perundungan Perlu Dikaji
Nasional

Anggota Komisi III DPR Menilai UU Anti-Perundungan Perlu Dikaji

Senin, 19 Okt 2026 19:50 WIB
Anggota DPR Eric Nilai Peringatan MSCI Jadi Momentum Benahi Pasar Modal
Nasional

Anggota DPR Eric Nilai Peringatan MSCI Jadi Momentum Benahi Pasar Modal

Senin, 19 Okt 2026 19:42 WIB
Layanan SIM Keliling Jakarta Jumat 9 Oktober, Cek Lokasinya
Nasional

SIM Keliling Jakarta Senin 19 Oktober, Cek Lokasinya

Senin, 19 Okt 2026 07:02 WIB
Promo Oktober Honda Wahana Artha Promo Oktober Honda Wahana Artha
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Bank Kerta PT. BPR Kerta Raharja Gemilang Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Bank Kerta PT. BPR Kerta Raharja Gemilang Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Bank Kerta PT. BPR Kerta Raharja Gemilang
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Pendidikan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Pendidikan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Pendidikan
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perhubungan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perhubungan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perhubungan
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perpustakaan dan Arsip Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perpustakaan dan Arsip Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Dinas Perpustakaan dan Arsip
Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang LKM Artha Kertaraharja Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang LKM Artha Kertaraharja Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang LKM Artha Kertaraharja
500 th Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin DPC Gerindra Kab Serang
Selamat Hari Jadi Ke 26 Provinsi Banten DPD HKTI Prov. Banten
Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni

Berita Pilihan

SARESEHAN -- Sarasehan Ulama se-Banten, yang digelar Yayasan Ibnu Salam–Cinangka, Kabupaten Serang, di Aula Hilmi Aminuddin Nurul Fikri Boarding School, Sabtu (17/10/2026). (ISTIMEWA)

Apresiasi Kontribusi Ponpes, Wabup Najib: Tingkatkan Terus Kualitas SDM

Minggu, 18 Okt 2026 17:54 WIB
Anak Kelaparan, Ayah di Pondok Ranji Curi Uang Kotak Amal

Anak Kelaparan, Ayah di Pondok Ranji Curi Uang Kotak Amal

Senin, 19 Okt 2026 16:48 WIB
Pengacara Kondang Kamarudin Simanjuntak Meninggal Dunia

Kabar Duka: Pengacara Kondang Kamarudin Simanjuntak Meninggal Dunia

Senin, 19 Okt 2026 13:06 WIB
Mbappe Cetak Dua Gol, Real Madrid Hajar Sevilla

Mbappe Cetak Dua Gol, Real Madrid Hajar Sevilla

Senin, 19 Okt 2026 07:20 WIB
Dinkes Tangsel Pastikan Air WTP Serpong Lagoon Positif Bakteri Ecoli

Dinkes Tangsel Pastikan Air WTP Serpong Lagoon Positif Bakteri Ecoli

Rabu, 14 Okt 2026 18:33 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.