SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengaku, belum bisa mengomentari terlalu tajam soal kemunculan “Kerajaan Angling Dharma” di Kampung Salangari, RT 002 RW 001, Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.
Namun katanya, untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan (yang bakal berdampak buruk,red), pihaknya bakal menangani persoalan tersebut secara persuasive.
“Kalau saya sifatnya persuasive. Para Camat nanti mendatangi mereka, untuk mempertanyakan segala hal sesuatunya. Apakah ada masalah ekonomi, atau halu (berhalusinasi,red),” kata Irna, Rabu (22/9/2021).
Menurutnya, bisa saja pengakuan sebagai “Raja” itu diakibatkan sedang halu, atau faktor lainnya yang mendorong hal tersebut terjadi. “Jadi perlu dilakukan pendekatan, sambil diselidiki, serta dijajaki. Kan kita tidak mungkin langsung mematahkan semangat mereka, mungkin mereka ada permasalahan kebatinan dan sebagainya,” tambahnya.
Kendati demikan, jika diketahui ada penyimpangan atau penyesatan sejarah yang dilakukan oleh mereka (yang mengaku Raja), ia menyerahkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menanganinya.
“Memang masih ada silsilah itu (Angling Dharma), tapi dalam sejarah. Kalau-pun masih ada keluarga besarnya, seperti apa, kita harus apresiasi mereka. Ada juga yang memang salah persepsi, yang dibangun seperti di Bandung (Sunda Empire), dan lain sebagainya. Itukan ada persepsi yang menyesatkan, nanti akan dibaca dan ditindaklanjuti oleh APH,” ujarnya.
Baca Juga: Program MBG Di Uji Coba di Pandeglang, Bupati Irna Sampaikan Pesan Ini
“Tetapi kalau memang tidak ada (keturunan,red), memang halu sama sekali, itu harus ada proses. Sebelum diproses, sebetulnya kami pendekatan dulu,” sambung Irna.
Ia juga mengaku, sudah menyerahkan persoalan itu ke jajarannya dari mulai Camat hingga Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan. “Saya serahkan urusan itu ke Asda I (Pak Ramadani,red), saya tidak bisa komen terlalu tajam. Ada itikad baik satu sisi, tapi persepsi tadi (penyebutan raja), harus diselidiki secara persuasif,” imbuhnya. (nipal)
























