SATELITNEWS.ID, SERANG–Polda Banten mengadakan sarasehan, bersama pengurus Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Lebak, dengan tema “Menjaga Kondusifitas Wilayah Kabupaten Lebak dari Penyebaran Faham Radikalisme”.
Kegiatan tersebut dilakukan, dalam rangka mencegah tumbuh dan berkembangnya faham radikalisme di tengah masyarakat, serta untuk menyikapi isu-isu terorisme yang berkembang saat ini.
Panit 2 Subdit 4 Ditintelkam Polda Banten, Iptu Antoni mengatakan, FSPP Kabupaten Lebak sangat strategis, untuk menjaga nilai-nilai luhur ajaran agama, ketika digunakan sekelompok orang untuk kepentingan tertentu, atau kepentingan radikal.
Oleh karena itu, katanya, Polda Banten menggelar sarasehan dengan FSPP. “Diadakan sarasehan FSPP Kabupaten Lebak dan Polda Banten, bertujuan agar Polri dalam hal ini Polda Banten, dapat bersinergi bersama-sama dalam menangkal paham radikaisme di Kabupaten Lebak,” kata IPTU Antoni, Minggu (26/9/2021).
Ia juga berharap kedepan, FSPP Kabupaten Lebak menjadi garda terdepan untuk memberikan pencerahan agama, di lingkungan pesantren masing – masing. Selain itu, menjaga nilai yang diajarkan dan yang diwariskan.
“Karena tokoh agama, tokoh pesantren, sangat santer ketika isu agama digunakan kelompok radikal, intoleran mencapai tujuan tertentu,” tuturnya.
Baca Juga: 11 Kilogram Ganja dan 4,56 Gram Sabu Disita, Dua Tersangka Diamankan ke Mapolda Banten
Sementara, Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Lebak, Kyai Ade Bujaeremi mengatakan, tujuan diadakannya sarasehan dalam upaya menyatukan pendapat untuk mencegah yang hangat saat ini dan banyak diperbincangkan, terkait dengan radikalisme.
“Kami berharap, agar FSPP Kabupaten Lebak tetap berkomitmen dan memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan kondisi yang kondusif dan aman. Tentunya dalam konteks merawat kebhinekaan, dan menjalin komunikasi internal antar umat beragama,” katanya.
Menurutnya, diskusi terkait radikalisme berjalan dengan baik semua pengurus menyampaikan ide dan gagasan, bagaimana penanganan radikalisme di Kabupaten Lebak.
“Dalam pertemuan ini, kita akan terus melakukan kegiatan diantaranya, kita akan terus bersilaturahmi dengan pesantren – pesantren yang diduga atau ada indikasi, terkait radikalisme dan akan memberikan pemahaman kepada orang – orang yang memiliki pemahaman yang berbeda,” ujarnya. (sidik)

















