SATELITNEWS.ID, MIMIKA—Atlet panjat tebing putri Banten Rajiah harus puas dengan raihan medali perak nomor Speed World Record PON XX Papua. Bertanding di final, Jumat (1/10), di Mimika Sport Centre SP2, Rajiah kalah atas lawannya Desak Made Rita dari Bali.
Sebenarnya Rajiah favorit juara di nomor ini. Terbukti selama penyisihan hingga semifinal, catatan waktunya selalu nomor wahid. Bahkan, di semifinal saat berhadapan dengan atlet Jawa Timur, Rajiah memecahkan rekor nasional atas namanya sendiri. Rekor nasional atas namanya yang 7.21 detik dipecahkan Rajiah dengan waktu 6.74 detik.
Sayang, di final, ada sedikit kesalahan yang dilakukan atlet andalan asal Kota Tangerang ini yang membuatnya tertinggal dari lawan. “Pijakan kaki kanan saya kurang pas sehingga badan saya ikut terbuang dan gagal meraih pijakan tangan,” terang Rajiah.
Ia juga membantah bahwa kakinya terpeleset akibat venue yang licin karena selama 2 hari diguyur hujan. Menurutnya, panitia selalu membersihkan papan dan pijakan setiap lomba akan dimulai. Hingga tak ada alasan kalau masih ada pijakan yang basah.
“Jadi bukan karena licin atau basah. Tapi memang kurang pas saja pijakan kaki saya. Satu sisi saya sedih tapi tetap bersyukur karena masih naik podium,” ujarnya.
Di cabor panjat tebing, Banten menyisakan satu lagi atlet putra atas nama Alamsyah Cahya Cakradiningrat yang akan turun di semifinal, Minggu (3/10). “Saat ini, target kita masuk final dulu deh. Alamsyah ada di posisi 5. Mudah-mudahan bisa bertahan atau bahkan naik. Sebab hanya ada 6 peserta yang melaju ke final nanti,” terang Rizal Swargana, pelatih panjat tebing Banten.
Sementara itu pemanah putri Banten Syahara Khoerunisa melaju ke babak final cabor panahan PON XX Papua. Syahara yang turun di nomor compound perorangan putri maju ke final setelah mengalahkan lawannya di semifinal Kayla Utomo dari Kalimantan Timur. Pada partai final yang akan digelar Senin (4/10), di Lukas Enembe Stadion, Jayapura, Syahara akan ditantang pemanah asal Jawa Barat Ratih Zilizati Fadli.
Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Banten Rita Prameswari berharap Syahara mampu menggondol medali emas tepat di Hari Ulang Tahun (HUT) ke 21 Provinsi Banten sebagai kado terindah.
Dijelaskan, anak-anak asuhannya masih berpeluang meraih medali-medali lainnya karena pada Minggu (3/10), beberapa pemanah Banten akan turun di nomor-nomor compound beregu putra, putri dan campuran.
Sementara itu, dari semifinal cabor basebal, tim putra Banten gagal meraih tiket ke final. Di partai semifinal yang digelar di Lapangan AURI Sentani, Banten ditaklukkan Lampung 0-10.
Dengan demikian Banten gagal melaju ke final dan hanya akan memperebutkan medali perunggu melawan tim yang kalah di semifinal lainnya antara DKI Jakarta kontra Jawa Barat. (gatot)