SATELITNEWS.ID, LEBAK—Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak kini sudah menerapkan pembayaran non tunai untuk setiap transaksinya. Pembayaran bisa melalui barcode QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) tersebut dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.
Sistem pembayaran non tunai salah satunya dilakukan pelaku usaha cendramata di desa setempat Sarmidi. Kata Sarmidi, para pengunjung atau wisatawan yang ingin membeli cendramata khas Baduy seperti pakaian kampret, tas koja, kain tenun dan ikat kepala alias lomar kini tinggal melakukan scan barcode QRIS itu untuk membayar oleh-oleh mereka.
“Sistem non tunai ini sudah diberlakukan sejak dua bulan lalu. Kita dikasih sama pihak bank yang sebelumnya ngasih tau cara-cara pakainya dulu,” kata Sarmidi, Selasa (12/10).
Menurutnya, dengan QRIS itu kini para pengunjung dapat membayar cendramata dengan melakukan scan barcode QRIS itu. Dengan sistem ini rupanya membantu dirinya dan para pelaku UMKM lainnya dalam mempermudah transaksi dengan para calon pembeli. Khususnya meminimalisir kontak dengan para calon pembeli di tengah pandemi Covid-19 ini.
“Jadi gampang, pembeli yang mau bayar terus enggak bawa uang tunai bisa langsung scan aja. Terus kita kalau mau ambil uang tinggal ke ATM aja,” katanya. “Saya berharap dengan penggunaan metode pembayaran non tunai ini dapat meningkatkan penjualan dan penghasilan dirinya serta para pelaku UMKM lainnya di Baduy,” timpalnya.
Kendati demikian bagi pembeli yang tidak memiliki QRIS bisa membayar secara tunai. Karena bagaimanapun juga tidak semua pengunjung atau pembeli bisa melaui transaksi non tunai. “Ya tentatif aja sifatnya, jika tidak memiliki QRIS kita berlakukan tunai,” katanya.
Baca Juga: Transaksi QRIS Banten Rp98,8 Triliun
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Imam Rismahayadin mengapresiasi kesigapan pelaku UMKN di Desa Kanekes dalam mengantisipasi penularan Covid-19. “Ini (sistem non tunai) haru menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk menerapkan sistem non tunai. Tujuannya tadi bukan untuk mempersulit tapi untuk mencegah penyebaran Covid-19,” pungkasnya.(mulyana/made)
























