SATELITNEWS.ID, SERANG–Sumber Daya Manusia (SDM) lulusan seni budaya di sekolah yang ada di Kabupaten Serang, saat ini masih sangat minim. Akibatnya, banyak generasi muda yang tidak tahu soal kesenian di daerahnya.
Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, Beni Kusnandar mengatakan, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya dengan datang langsung ke sekolah. Lulusan guru seni yang ngajar di sekolah, kebanyakan bukan sarjana seni.
“Dari guru SD, SMP, juga mungkin hanya beberapa persen (lulusan seni budaya,red), SMA beberapa persen. Kemudian juga ada lulusan seni, tapi seni rupa, ngajar di SMA. Dia menjelaskan seni tari, karawitan, tidak akan menguasai,” kata Beni, Selasa (12/10/2021).
Munurutnya, dengan minimnya SDM Seni Budaya, tentunya berdampak terhadap pengetahuan generasi muda akan kesenian daerahnya. Padahal, kesenian yang ada di Kabupaten Serang cukup banyak.
“Yang tercatat oleh kami, ada 40 jenis kesenian diantaranya, ada debus, terbang gede, rudat, yalil, bandrong, silat kaserangan, kendang penca, kuda lumping, marawis, kosidah, calung, dogdog kero dan ubrug,” ujarnya.
Namun demikian, kata dia, agar kesenian yang ada di Kabupaten Serang tidak terlupakan, pada setiap gelaran yang diadakan pemerintah, seperti hari jadi Kabupaten Serang, ditampilkan kesenian yang ada di kecamatan masing – masing.
Baca Juga: Sejumlah Sekolah Dasar di Kabupaten Serang Sepi Peminat, Dindikbud Turun Tangan
Kemudian, pihaknya juga menggelar pentas seni di objek wisata Tasikardi, dengan memberikan ruang kepada paguron-paguron. Sehingga, dilihat oleh masyarakat umum atau wisatawan.
“Jadi akhirnya, mereka melihat dan bertanya. Sehingga, mereka menjadi tahu kesenian di Kabupaten Serang. Tapi saat pandemi, kita membatasi kegiatan yang dapat menimbulkan kerumanan,” tuturnya. (sidik)
























