SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kunciran 8 bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang menggelar pelatihan dokter cilik (DokCil), Selasa (26/10). Pelatihan yang diikuti oleh perwakilan siswa kelas 4 itu dilakukan untuk membentuk pendidikan karakter siswa khususnya dalam kebersihan dan kesehatan.
Kepala SDN Kunciran 8 Lasan mengatakan program dokcil dari pemerintah ini akan terus dikembangkan. Program tersebut dinilai sangat membantu sekolah dalam penanganan kesehatan. Apalagi program tersebut sudah direncanakan sejak lama namun baru terealisasikan.
“Ke depan kita akan mengintensifkan program dokter cilik. Ini pelatihannya untuk membantu rekan siswa dan guru dan pihak sekolah karena biasanya anak itu lebih terbuka dengan temannya. Dengan adanya dokcil ini mudah-mudahan anak yang ada keluhan sakit bisa bercerita kepada dokcil sehingga pihak sekolah dapat memfasilitasi,” ujar Lasan, Selasa (26/10).
Ia mengatakan pelatihan juga dilakukan agar siswa yang nanti akan menggelar PTM dapat membantu untuk mencegah penularan Covid-19.
“Alhamdulillah dengan fasilitas yang telah kami sediakan nanti tanggal 1 November akan menggelar PTM. Ini tentunya sangat membantu di bidang kesehatan,” ujar Lasan.
Fasilitator Relawan PMI Kota Tangerang Susan mengatakan kegiatan pelatihan dokcil untuk siswa S, merupakan kerjasama antara Dinas Kesehatan (Dinkes) dengan sekolah dan PMI. Sebanyak 20 siswa kelas 4 mengikuti pelatihan tersebut.
“Ini untuk pembekalan mereka supaya bisa membantu kegiatan sekolah yang berhubungan dengan kesehatan terus kalau terjadi kejadian mereka bisa bantu baik di sekolah maupun di rumah, nanti pada saat sekolah PTM,” ucap Susan.
Pelatihan tersebut diberikan beberapa materi, agar dapat dipraktikkan nantinya. Selain itu, menjelang PTM pelatihan tersebut tentunya sangat bermanfaat untuk kedepannya.
“Iya terutama PHBS-nya mereka diajarin, terus ini kan dokcil mereka yang membantu temen temennya yang sakit, selama pandemi kan tetep aja harus menolong temennya yang sakit. Jadi mereka ditekankan lagi supaya lebih safety sama prokesnya juga,” jelasnya.
Salah satu pelajar yang mengikuti pelatihan Azam (10) mengaku senang mengikuti pelatihan dokter cilik.
“Senang, karena emang pengen jadi dokter juga nanti kalau udah gede, orang tua juga minta nanti pengen jadi dokter,” pungkasnya. (mg5)