SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG–Keberangkatan para pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pandeglang ke Yogyakarta, dengan berdalih studi tiru, Rabu (26/10/2021) malam lalu, mendapat sorotan dari Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Pandeglang, Ramadani.
Ia mengaku, tak mengetahui keberangkatan mereka ke Yogyakarta itu. Sebab kata dia, dikiranya yang berangkat hanya Kepala Disdukcapil-nya saja.
“Saya kira yang ke Yogya hanya Kepala Dinasnya saja, ternyata beserta rombongan termasuk keluarganya. Ini agak repot juga, kami berharap sebetulnya jangan sampai mengganggu kinerja dan pelayanan. Sebetulnya bisa diatur, tidak perlu semuanya. Karena akhirnya pelayanan terhambat,” kata Ramadani, Jumat (29/10/2021).
Perilaku itu menurutnya, tak elok. Ramadani juga menegaskan, pihaknya bakal melakukan teguran kepada Disdukcapil Pandeglang. Sebab dinilainya, telah mengganggu pelayanan.
“Pasti akan kami tegur. Karena kebetulan, Disdukcapil dibawah binaan koordinasi saya sebagai Asda I Bidang Pemerintahan dan Kesra,” tegasnya.
Diakuinya, sebelumnya pihak Disdukcapil melayangkan surat kepadanya, hingga ia juga memaraf surat tersebut. Hal itu dilakukannya, karena ia mengira hanya Kepala Disdukcapil saja yang berangkat.
Baca Juga: Sebanyak 23 Ribu Warga Pandeglang Belum Miliki KTP-el
“Yang izin hanya Kepala Dinasnya. Asumsi saya, dikira Kepala Dinas doang yang bertugas ke Yogya. Ternyata beserta rombongan. Awalnya minta surat tugas, ya saya paraf dan memang yang menugaskan pak Sekda. Bukan studi tiru, tapi ada kaitan pembekalan. Mungkin juga studi tiru,” terangnya.
Atas ulah itu, ia mewanti-wanti kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainya, tak melakukan hal yang sama. “Kedepannya berharap, OPD harus paham jangan sampai mengonsongkan personelnya, pelayanan harus tetap jalan dan rutinitas harian harus tetap di jalankan,” imbuhnya. (nipal)
























