SATELITNEWS.ID, SOLO—Ambisi Persita Tangerang untuk merebut kemenangan atas PSM Makassar ambyar setelah dikalahkan dengan skor telak 0-3 pada pertandingan di Stadion Manahan, Solo, Senin (1/11). Pendekar gagal mempertahankan rekor tak pernah kalah dalam lima laga sekaligus memutus catatan selalu mencetak gol pada setiap pertandingan yang dilakoni.
Pelatih Persita Tangerang Widodo Cahyono Putro menyatakan hasil yang diperoleh timnya di luar dugaan. Padahal, para pemainnya sudah bermain cukup bagus. Menurut Widodo, kegagalan Pendekar disebabkan pemain tidak bisa memanfaatkan peluang yang sudah tercipta. Selain itu juga disebabkan timnya tak mampu keluar dari tekanan. Sementara di sisi lain, PSM Makassar mampu memanfaatkan celah di pertahanan Persita.
“Ya tentunya kendala tadi ada beberapa peluang tidak bisa dicetak gol. Itu aja. Saya kira dalam permainan, kami juga mau berusaha untuk menyerang. Tapi itulah sepakbola. Dan PSM bisa memanfaatkan kelemahan pemain-pemain kami,” kata Widodo seusai pertandingan Senin (1/11).
“Inilah kompetisi. Di satu sisi, di satu pertandingan kita berhasil, terus kita juga tetap harus ada evaluasi. Di satu sisi kita juga ada kekalahan, kita tetap juga evaluasi untuk pertandingan berikutnya,”imbuhnya.
Lebih lanjut Widodo menilai bahwa ia dan staff pelatih akan membenahi tim di beberapa kondisi, termasuk koordinasi saat bertahan. “Jadi tadi ada beberapa transisi yang perlu kita perbaiki dan tentu chance untuk mencetak gol serta koordinasi, kemungkinan koordinasi saat kita defend, baik dari depan, tengah dan belakang,” pungkasnya.
Sementara itu Chandra Waskito yang bermain di menit-menit akhir mengakui keunggulan PSM. “Selamat untuk PSM Makassar yang sudah memenangkan pertandingan. PSM lebih bisa memanfaatkan peluang,” ujarnya singkat.
Baca Juga: Persita vs Persija, Sarat Gengsi dan Ambisi
Pada pertandingan melawan PSM Makassar, Persita menurunkan skuad terbaiknya, minus Adam Mitter yang masih dalam proses recovery dari cedera. Striker Alex Goncalves juga belum bisa bergabung di pertandingan kali ini. Sementara itu, Harrison Cardoso yang absen di pertandingan pekan lalu juga sudah kembali merumput.
Babak pertama diawali dengan serangan dan dominasi dari PSM. Sementara Persita masih menyesuaikan dan mencari pola permainan yang tepat. Tempo permainan pun belum terlalu cepat. PSM lebih banyak menarik bola ke arah pertahanan mereka untuk mengetes kesabaran dan kesolidan Persita dengan tempo permainan lambat.
Meski Persita mulai terkoordinasi dan beberapa kali melakukan penyerangan, namun justru harus rela untuk kebobolan terlebih dahulu. Di menit ke-27, PSM membobol gawang Dhika Bayangkara dengan tendangan keras. Skor berubah 0-1.
Ketinggalan satu gol, Persita mencoba menekan. Beberapa peluang sempat terjadi dari Harrison, Irsyad dan Ahmad Nur Hardianto. Namun belum ada yang bisa dikonversi menjadi gol. Persita sedikit kesulitan untuk menembus gerbang pertahanan PSM yang sangat disiplin. Skor 0-1 pun bertahan hingga babak pertama usai.
Membuka babak kedua, Persita tampil lebih aktif. Berjalan 5 menit, ada dua peluang yang tercipta dari Persita. Namun keduanya masih butuh ketajaman ekstra lagi sebelum bisa menjebol gawang PSM. Sangat dibutuhkan kesabaran bagi Pendekar Cisadane untuk bisa menciptakan gol.
Menit ke-55 Irsyad Maulana mencoba peruntungan dengan melesatkan tendangan keras ke arah gawang namun masih sedikit melambung di atas mistar. Pergantian pemain dilakukan Persita di menit ke-60. Kevin Gomes dimasukkan menggantikan Andre Agustiar, berharap akan bisa memperkuat lini pertahanan sekaligus memberi kesempatan bagi Edo untuk naik dan membantu menciptakan peluang.
Baca Juga: Ramon Reuni dengan Pena di Persita
Meski sudah unggul, PSM masih terus melancarkan serangan ke Persita. Beruntung, kiper Dhika Bayangkara menampilkan permainan terbaiknya malam ini. Beberapa kali pula, Dhika sukses menghalau tendangan demi tendangan yang mengarah ke gawangnya.
Kesempatan Persita tercipta di menit ke-70 dari set piece yang dieksekusi oleh Harrison Cardoso tepat di luar kotak penalti. Namun sayang, kiper PSM bisa menyelamatkan tendangan Harrison yang sudah mengarah ke sudut atas gawang. Belum juga ada gol penyeimbang yang ditunggu.
Kembali, Persita harus menelan pil pahit karena kebobolan di menit ke-74 dengan gaya yang hampir mirip dengan gol pertama, tendangan keras yang langsung menyobek gawang Dhika. Tiga menit berselang, berawal dari tendangan bebas, PSM kembali mencetak gol. Skor berubah 0-3. Perombakan pun langsung dilakukan Persita. Raphael Maitimo dan Alta Ballah masuk menggantikan Bae Sin Yeong dan Irsyad Maulana.
Meski ketinggalan 3 gol, hingga menit-menit terakhir, Persita tetap melakukan penyerangan dan enggan menyerah. Pergantian pemain pun kembali dilakukan. Harrison Cardoso dan Ahmad Nur Hardianto keluar digantikan Chandra Waskito dan Aldi Al Achya. Namun hingga peluit akhir dibunyikan, Persita belum bisa mencetak gol dan harus mengakui keunggulan PSM Makassar dengan skor 0-3.
Berikutnya, Persita akan melakoni laga terakhir di Series Kedua sekaligus gelaran pekan ke11 BRI Liga 1 2021/2022 dengan menghadapi tim tuan rumah Madura United FC pada Sabtu, 6 November 2021 mendatang. (gatot)
