SATELITNEWS.ID, LEBAK—Kabupaten Lebak menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Banten yang kerap dilanda bencana. Cuaca ekstrem di penghujung tahun sering terjadi. Maka dari itu, tim Siaga Bencana disiapkan.
Kesiapan pemerintah daerah dalam mengantisipasi serta upaya penyelamatan digelar dalam apel kesiapsiagaan hadapi bencana di Alun-alun Rangkasbitung, Kamis (11/11/2021). Apel langsung dipimpin Kapolres Lebak Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Teddy Rayendra dan dihadiri pejabat serta unsur Forkopimda di lingkungan Pemkab Lebak mulai dari Kodim 0603 Lebak, Batalyon Mandala Yudha, Subdenpom Lebak, BPBD, Satpol PP, Damkar, Dishub, Dinkes, PMI, Tagana, Ormas, Linmas dan Team Safety/Cemindo.
“Kegiatan apel kesiapsiagaan bencana ini dilaksanakan sesuai dengan kondisi dan potensi ancaman, saya berharap melalui rencana kita dapat lebih siap, lebih siaga dan memiliki kewaspadaan dalam menghadapi bencana yang bisa datang sewaktu-waktu,” kata AKBP Teddy.
Katanya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyampaikan peringatan dini akan datangnya La Nina menjelang akhir tahun ini. Menurut BMKG sendiri La-Nina merupakan salah satu penyebab peningkatan curah hujan. “Kabupaten Lebak merupakan daerah yang rawan bencana, seperti banjir, tanah longsor, tsunami dan lain-lain,” ujarnya.
“Untuk itu kita harus tingkatkan kesiapsiagaan kita, sehingga apabila terjadi bencana bisa meminimalisir korban,”timpalnya.
Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama mengatakan, di Kabupaten Lebak sendiri terdapat 12 kecamatan yang dapat dikategorikan rawan terjadinya angin puting beliung, yakni Kecamatan Cimarga, Kecamatan Leuwidamar, Kecamatan Rangkasbitung, Maja, Curugbitung, Muncang, Wanasalam, Cibadak, Gunungkencana, Cibeber, Panggarangan dan Bayah. “Daerah tersebut merupakan jalur angin yang rawan terjadinya angin kencang atau puting beliung,” ujarnya.
Baca Juga: El Nino Mengancam, Polres Lebak Siapkan Sumur Bor
Selain Puting Beliung, kata Febby, pada cuaca ekstrem juga juga berdampak bencana lainnya seperti tanah longsor. Menurutnya, Kabupaten Lebak dapat dikategorikan sebagai daerah zona merah yang rawan akan longsor. Dengan terdapat 14 kecamatan yang menjadi titik rawan longsor yang tersebar di 14 kecamatan yakni Bayah, Sobang, Lebakgedong. Cigemblong, Bojongmanik, Cibeber, Muncang, Gunungkencana, Cipanas, Cileles, Cimarga, Cikulur, Leuwidamar dan Cilograng.
“Kita imbau warga agar senantiasa melakukan pencegahan terjadinya bencana dengan cara merawat lingkungan sekitar dengan cara membersihkan saluran irigasi, dan juga memotong pohon besar yang berpotensi tumbang dihempas angin kencang,” tandasnya.(mulyana)
























