SATELITNEWS.ID, RAJEG—Sebuah lapak limbah plastik di Kampung Pulo, Desa Rajeg Mulya, Kecamatan Rajeg ludes terbakar api, Minggu (14/11). Kebakaran yang diduga terjadi oleh korsleting listrik telah menyebabkan sang pemilik mengalami kerugian sekira 450 juta rupiah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangeranng, Abdul Munir mengatakan, terjadi peristiwa kebakaran lapak limbah plastik, seperti botol air mineral dan gelas plastik di Kampung Pulo, Desa Rajeg Mulya, Kecamatan Rajeg.
Kata Munir, berdasarkan keterangan saksi yang bernaman Eka (50), awal mula terjadinya kebakaran ketika dia sedang berada di dalam rumah mendengar adanya suara yang diduga berasal dari bangunan lapak limbah milik Sobari (38), pada Minggu (14/11) pukul 04.16 WIB.
Ketika Eka keluar rumah, api tiba-tiba sudah membumbung tinggi menyelimuti lapak limbah milik Sobari. Melihat api yang sudah membesar, Eka langsung berteriak meminta tolong kepada warha sekitar. Warga yang mendengar teriakan Eka langsung berdatangan dan mencoba untuk membantu memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya.
“Warga sekitar beramai-ramai mencoba untuk memadamkan api yang membakar lapak limbah milik Sobari,” katanya.
Melihat api yang terus membesar dan merembet ke lapak limbah milik Muhadijah (44), salah satu warga langsung melapor kapada pihak Kepolisian Sektor Rajeg dan Pemadam Kebakaran.
Baca Juga: Karhutla Tembus 107 Ribu Ha, Modifikasi Cuaca Terkendala Awan
Lanjut Munir, mendapat laporan dari warga, pihaknya langsung menerjunkan armada pemadam kebakaran dari Pos Sepatan dengan 1 unit mobil pemadam kebakaran. Saat tiba di lokasi, api sudah sangat besar dan membakar dua lapak limbah milik Sobari dan Muhadijah.
“Dengan usaha yang sangat keras dan dibantu masyarakat, akhirnya api bisa dipadamkan pada pukul 06.54 WIB,” ujarnya.
Sementara itu, Kapores Kota Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, berdasarkan laporan yang diterimanya, bahwa kebakaran limbah di Kampung Pulo, Desa Rajeg Mulya, Kecamatan Rajeg disebabkan adanya korsleting listrik.
Menurutnya, tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam peristiwa kebakaran tersebut, hanya saja para korban pemilik lapak mengalami kerugian materil yang cukup besar. Untuk korban pemilik lapak Sobari mengalami kerugian kurang lebih mencapai Rp450 juta. Sementara, Muhadijah mengalami kerugian sebesar Rp50 juta.
“Kerugian Sobari kurang lebih mencapai Rp450 juta. Sementara Muhadijah sebesar Rp50 juta,” pungkasnya. (alfian/aditya)

















