SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) yang jatuh pada 25 November ternodai dengan aksi anarkis siswa sekolah. Aksi anarkis itu terjadi di salah satu SMK swasta, Karawaci, Kota Tangerang. Nampak puluhan siswa saling serang di lingkungan sekolah tersebut.
Salah satu siswa berinisial I mengatakan, bentrokan itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB atau setelah mereka melakukan upacara peringatan HGN. Saat kegiatan itu suasana kondusif namun setelahnya para siswa mulai anarkis. “Kita awal mulanya memang mengadakan acara hari guru. Berupa lomba dan maaf-maafan kepada guru. Setelah acara selesai, sejumlah murid mulai liar,” ujarnya.
Aksi anarkis sesama siswa SMK swasta pun terekam dalam video berdurasi 15 detik dan telah viral di media sosial. Dari video yang diperoleh SatelitNews.Id nampak para siswa saling serang dan melempar dengan benda apapun yang ada di sekitarnya. I mengatakan awalnya sejumlah murid menyalahkan bom asap. Saat itulah, mulai terjadi kerusuhan.
“Awalnya ada beberapa murid yang membawa smoke bomb dan lainnya, dari situ mulai menyanyikan lagu yang enggak tahu saya. Langsung terjadilah seperti itu (keributan), terjadi di video. Smoke bomb yang asep,” katanya.
I mengatakan peristiwa yang terjadi di lapangan sekolah itu tak diketahui oleh para guru. Pasalnya, saat itu merupakan jam istirahat. “Guru-guru semua istirahat di kantor. Kejadian mereka ribut sesama itu enggak ada dendam. Itu hanya di lapangan saja. Mereka memukul dengan memakai helm,” katanya.
Tak berselang lama, para guru pun sadar terkait kerusuhan itu. Mereka pun langsung melerai para siswa yang bersitegang itu. Para guru juga langsung mengamankan sejumlah siswa yang dianggap pembuat onar.
Baca Juga: Refleksi HGN 2025, Desi Ferawati: Memuliakan Guru berarti Memuliakan Masa Depan Daerah
“Guru tahu, langsung melerai. Balik ke lapangan langsung ngebubarin. Guru juga langsung menangkap pelaku-pelaku yang bertindak anarkis, seperti yang membawa smoke bomb dan langsung memberi hukuman sanksi,” jelasnya.
Menurut dia, aksi tersebut spontan dilakukan tanpa ada rencana yang telah tersusun oleh para siswa itu. Dia menambahkan dalam aksi tersebut tidak ada yang terluka. “Spontan ya. Aksi itu tersebut seperti direncanakan itu enggak ada. Itu spontan. Makanya guru pun tidak tahu. Itu tidak ada yang terluka sehingga dibawa ke rumah sakit,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh A. A mengatakan kalau para murid yang dianggap sebagai biang kerok kini telah disanksi. “Guru sudah turun tangan melerai para murid dan guru pun memberi sanksi untuk pada murid yang anarkis. Mohon maaf sebesar-besarnya. Saya selaku murid meminta maaf,” katanya. Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi dari pihak sekolah. (irfan)
























