SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Hujan lebat disertai angin kencang, membuat satu pohon kelapa yang tak jauh dari pemukiman warga Kampung Sadang RT 01 RW 002, Desa Cipinang, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, tumbang, hingga menghancurkan satu rumah warga.
Rumah yang hancur oleh pohon kelapa, Kamis (25/11/2021) lalu, sekitar pukul 17.30 WIB itu milik Sala (65). Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Sebab pada saat kejadian, pemilik rumah sedang asik memasak di dapur rumahnya.
Ketua RT Kampung Sadang, Toni mengungkapkan, sebelum kejadian kondisi cuaca di wilayahnya hujan lebat dan angin sangat kencang. Kondisi itu katanya, mengakibatkan rumah warganya hancur tertimpa pohon kelapa yang tumbang.
“Informasinya, kejadian itu pada saat hujan dan angin kencang. Saat ini, kami sedang membantu membereskan rumah yang rusak dan mengevakuasi pohon kelapa tersebut,” kata Toni, saat dihubungi via telepon, Jumat (26/11/2021).
Katanya, dalam musibah itu tak ada korban jiwa. Pemilik hanya mengalami luka ringan saja, karena kena serpihan kayu bangunan rumahnya yang hancur tertimpa pohon kelapa. Namun apa jadinya ujar dia, jika pada saat kejadian pemilik rumah ada di ruang tengah.
“Alhamdulillah, tak ada korban jiwa. Bagian depan rumah hancur, tertimpa pohon kelapa. Waktu kejadian, pemilik rumah sedang asik masak di dapurnya. Kondisi di ruang tengah dan depan rumah, sedang kosong,” paparnya.
Baca Juga: Tertimpa Pohon Tumbang, Rumah Warga Pulosari Pandeglang Rusak Berat
Korban juga langsung mendapatkan pertolongan warga, dan langsung ada pihak Koramil Munjul, Kepala Desa Cipinang dan personel Kampung Siaga Bencana (KSB) Angsana.
“Alhamdulillah, semua pihak langsung membantu korban. Bahkan sudah ada juga bantuan sembako dan peralatan dapur dari KSB Angsana,” tandasnya.
Terpisah, Ketua KSB Pandeglang, Beni Madsira membenarkan musibah tersebut. Bahkan katanya, dia bersama personelnya langsung ke lokasi kejadian untuk memberikan bantuan, mendata dan membantu membereskan kondisi rumah.
“Ya benar tertimpa pohon kelapa. Alhamdulillah, tak ada korban jiwa. Kami juga sudah membantu dan melakukan pendataan, sudah dilaporkan juga ke Pemda Pandeglang. Supaya korban mendapat bantuan, untuk membangun kembali rumahnya,” tandas Beni. (nipal)
