SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Usai diduga telah menipu dengan modus investasi sembako kepada puluhan warga di Kecamatan Periuk, RF menyerahkan diri ke polisi. Demikian diungkapkan oleh Kapolsek Jatiuwung, Kompol Zazali Hariyono.
“Menyerahkan diri, karena diamanin sama polisi kan, jadi menyerahkan diri. Kalau dia ngotot-ngotot itu kan tidak menyerahkan diri,” ujarnya, Kamis, (9/12/2021). RF diduga telah menipu puluhan orang di Kecamatan Periuk. Penipuan ini dilakukan dengan modus investasi sembako.
RF mengiming-imingi warga untuk membeli sembako seperti minyak, gula dan kopi dengan harga murah. Setelah warga memesan, Rika menghilang dengan membawa uang setoran itu.
Calon pembeli minyak sayur tersebut pun geram. Pasalnya, pesanan mereka tak kunjung datang. Sehingga, mereka melaporkan kasus ini ke Polsek Jatiuwung. “Sudah, sudah kita tangani. Sudah kita lakukan penyelidikan-penyelidikan,” ujar Zazali.
Zazali mengatakan, total korban penipuan investasi sembako bodong ini mencapai 80 orang. Sementara kerugian ditaksir mencapai Rp 6 miliar. “Korban 80 orang dan kerugian Rp 6 miliar,” katanya.
Zazali menuturkan pihaknya masih mendalami kasus ini. Terutama pada pihak-pihak lain yang terlibat. Termasuk kabar dugaan suaminya turut terlibat. “Kayanya enggak punya suami deh dia, kayaknya. Makanya nanti diperdalam dulu,” jelasnya.
Baca Juga: Tergiur Untung Besar, Puluhan Warga Periuk Diduga Tertipu Investasi Sembako Bodong
Salah satu korban yang juga tetangga RF, Widi mengatakan dirinya telah mengikuti investasi ini selama lima bulan. Mulanya investasi berjalan dengan lancar namun mulai mengalami masalah.
“Awalnya lancar, bagus, pas baru titik menuju tempo ada kejadian. Dibatasinya minyak goreng, indomie, gula, beras, sama kopi,” ungkapnya. Namun, baru-baru ini sembako yang dipesan oleh pelanggan tak kunjung diberikan. Para pelanggan pun, kata Widi mempertanyakannya.
“Dari berapa sekian bulan ini tidak keluar PO-nya (pre order). Setelah itu mereka baru mempertanyakan kemari, bertanya ke pelaku,” katanya. Widi mengaku mengalami kerugian hingga Rp 70 juta. Kata dia, pesanan 600 dus minyak sayur tak kunjung diberikan oleh RF.
“Jatuh tempo akhir November kemarin. Tapi akhirnya kita mulai gerah. Akhirnya pas mau jatuh tempo, ada kejadian (penipuan),” ungkapnya. Widi mengaku tak mengetahui pasokan sembako murah yang diperoleh RF. “Kalau dari distribusi kurang jelas ya,” imbuhnya. (irfan)
























