SATELITNEWS.ID, TANGSEL—Tangerang Selatan Pencak Silat Champion (Tapcha) digelar di Community Center Pamulang Tangerang Selatan, mulai Jumat (10/12/2021) hingga Minggu besok. Pembukaan acara dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan.
Dalam kesempatan itu, Pilar mengatakan, diadakannya ajang tersebut sebagai salah satu langkah mencari bibit-bibit atlet pencak silat yang ada. “Alhamdulillah ini sudah terselenggara Tapcha tiga. Mudah-mudahan kita bisa terus melihat potensi-potensi atlet pencak silat di Tangerang Selatan,” katanya saat ditemui di lokasi, Jumat (10/12/2021).
Di samping sebagai ajang mencari bibit atlet juga persiapan jelang ajang POPDA atau PON kedepan, ini yang kita mulai dari sekarang. Ajang tersebut diikuti sebanyak 1.350 atlet pencak silat yang berasal mulai dari Jabodetabek dan Jawa Timur.
“Ini pesertanya ada seribu tiga ratus lima puluhan, ada dari Jakarta, Banten, Bogor dan Jawa Timur juga,” ungkapnya.
Ke depan, Pemkot Tangsel juga akan membuat padepokan khusus untuk latihan para atlet pencak silat di Kota Tangsel. “Nanti kita juga cari aset, agar Pencak Silat Banten punya sanggar atau padepokan sendiri, jadi IPSI punya rumah sendiri.” tandasnya.
Pihaknya juga berencana memasukan pencak silat menjadi muatan lokal (Mulok) di sekolah Tangsel. Pilar mengaku sudah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadindikbud) terkait hal tersebut.
Baca Juga: Redam Debu Vulkanik, Pemkot Tangsel Semprot Jalan Protokol Dini Hari
“Saya sudah komunikasi dengan Kepala Dinas Pendidikan berbicara menjadikan pencak silat Mulok wajib di sekolah, pengennya jadi kurikulum, Bahasa Inggris sudah pada bisa masa silat enggak ada yang kenal. Kan sayang kalau gitu,” tambahnya.
Dimasukannya pencak silat kedalam mulok di sekolah Tangsel sebagai upaya pengenalan budaya tersebut kepada para siswa. Harapannya, pada tahun 2023 sudah selesai kajiannya dan bisa disosialisasikan serta diterapkan langsung di sekolah-sekolah.
“Mudah-mudahan minimal 2023 sudah diterapkan, karena Dinas Pendidikan melakukan kajiannya dulu, nanti baru dilakukan sosialisasi,” tandasnya. (jarkasih)
























